Nasional . 12/05/2026, 17:20 WIB

Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Flores Timur Naik ke Level III

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Badan Geologi Kementerian Eneri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga pada Selasa sore. Keputusan ini muncul setelah tim pemantau mendeteksi lonjakan aktivitas vulkanik yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan status tersebut langsung memicu perhatian masyarakat karena pola aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki dinilai mirip dengan fase awal sebelum erupsi yang terjadi pada 2024 dan 2025. Kondisi ini membuat warga di sekitar kawasan gunung api diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi erupsi dan banjir lahar saat hujan deras mengguyur wilayah sekitar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan hasil analisis visual dan instrumental menunjukkan peningkatan aktivitas yang cukup intens sejak awal Mei 2026. Tim ahli mencatat aktivitas gunung api selama periode 1-11 Mei 2026 didominasi gempa vulkanik dalam.

Dalam sehari, jumlah gempa vulkanik dalam tercatat mencapai 21 hingga 32 kejadian, terutama pada 1-4 Mei 2026. Kondisi itu mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik yang bergerak menuju sistem gunung api.

Tak hanya itu, aktivitas tremor non-harmonik juga muncul dalam jumlah tinggi dan berlangsung relatif persisten. Badan Geologi merekam sekitar 17 hingga 27 kejadian tremor non-harmonik per hari.

Lonjakan tremor tersebut menunjukkan sistem fluida di bagian dangkal gunung api masih sangat aktif dan terus bergerak. Situasi ini menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Secara visual, perubahan aktivitas permukaan mulai terlihat dalam beberapa hari pengamatan. Tim pemantau menemukan kemunculan guguran dan hembusan, terutama pada 2-3 Mei dan kembali terjadi pada 6 Mei 2026.

Fenomena itu memperlihatkan tekanan dari dalam gunung mulai memengaruhi area permukaan kawah. Artinya, dinamika di dalam tubuh gunung api semakin aktif dan berpotensi berkembang lebih lanjut.

Selain pengamatan visual, Badan Geologi juga mencatat adanya deformasi tubuh gunung api berdasarkan data tiltmeter Wolorona. Data tersebut menunjukkan tren inflasi atau peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung api.

Kondisi inflasi menandakan sistem magmatik Gunung Lewotobi Laki-Laki sedang mengalami fase pengisian ulang tekanan secara aktif. Dalam situasi seperti ini, potensi peningkatan aktivitas vulkanik menjadi perhatian utama para ahli.

Lana Saria mengatakan pola aktivitas saat ini memiliki kemiripan dengan fase awal peningkatan aktivitas sebelum erupsi pada 2024 dan 2025. Kesamaan itu terlihat dari kombinasi peningkatan gempa vulkanik dalam, deformasi inflasi, hingga tingginya aktivitas tremor harmonik dan non-harmonik.

Karena itu, Badan Geologi memutuskan menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki menjadi Siaga atau Level III demi mengantisipasi kemungkinan perkembangan aktivitas vulkanik berikutnya.

Seiring kenaikan status tersebut, pemerintah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan. Warga maupun pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Langkah ini bertujuan mengurangi risiko apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas gunung api, termasuk lontaran material vulkanik maupun potensi erupsi.

Selain ancaman erupsi, masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com