Nasional . 13/05/2026, 08:33 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Sebelumnya, BMKG juga mengungkap keberadaan Siklon Tropis Algupit yang terpantau di Samudra Pasifik. Sistem ini terbentuk di timur Filipina dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot dan tekanan udara minimum 998 hektopascal.
Prakirawan BMKG Massayu menjelaskan bahwa siklon ini bergerak ke arah barat-barat laut. Walaupun intensitasnya diperkirakan menurun dalam 48 jam, dampaknya tetap terasa di atmosfer regional. Siklon ini memicu pembentukan daerah konvergensi dan sirkulasi siklonik yang kemudian memperkuat potensi hujan di Indonesia bagian timur, khususnya di sekitar utara Papua Barat Daya hingga Papua.
Kombinasi antara daerah konvergensi aktif dan pengaruh siklon tropis membuat kondisi atmosfer Indonesia berada dalam fase yang cukup dinamis. BMKG menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama di wilayah yang masuk kategori hujan sedang hingga lebat.
Dengan kondisi seperti ini, aktivitas luar ruangan sebaiknya disesuaikan. Pengguna transportasi darat maupun laut juga perlu memperhatikan perkembangan cuaca terbaru agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media