Nasional . 14/05/2026, 19:43 WIB

Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Kemenkes Siagakan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Menurutnya, kasus di kapal pesiar tersebut merupakan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

“HPS banyak ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus,” kata Andi.

Sementara itu, kasus hantavirus yang pernah ditemukan di Indonesia termasuk tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Jenis virus tersebut diketahui sudah ditemukan sejak tahun 1991 dengan strain Seoul virus.

Kemenkes menegaskan bahwa hantavirus tipe HPS pada kapal pesiar MV Hondius disebabkan oleh strain Andes virus.

Dalam beberapa penelitian, virus tersebut disebut memiliki potensi menular antar-manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.

Namun, Andi memastikan bahwa hingga saat ini belum ada bukti penularan antar-manusia untuk tipe HFRS yang ditemukan di Indonesia dan kawasan Asia.

“Untuk tipe HFRS yang ada di Asia dan Indonesia, hingga kini belum ada bukti penularan antar-manusia,” jelasnya.

Pernyataan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat agar tidak panik berlebihan menghadapi isu hantavirus.

Masyarakat Tetap Waspada

Meski belum ditemukan kasus HPS di Indonesia, pemerintah tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Hantavirus sendiri umumnya ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus liar, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, sesak napas, nyeri otot, atau gangguan ginjal.

Pemerintah juga memastikan sistem pengawasan kesehatan di pintu masuk negara akan terus diperkuat guna mencegah masuknya penyakit menular berbahaya dari luar negeri.

Dengan kesiagaan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan di seluruh Indonesia, Kemenkes berharap potensi penyebaran hantavirus maupun penyakit menular lainnya dapat dicegah lebih dini. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com