Pendidikan . 16/05/2026, 21:00 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Banyak orang masih menganggap semua sekolah kedinasan identik dengan latihan fisik berat seperti akademi militer atau kepolisian. Padahal, tidak semua sekolah kedinasan menerapkan tes fisik yang melelahkan.
Ada beberapa sekolah kedinasan yang justru lebih fokus pada kemampuan akademik, logika, dan pengetahuan peserta dibanding kekuatan fisik.
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi siswa yang ingin mendapatkan pendidikan gratis dan peluang menjadi aparatur negara tanpa harus menghadapi rangkaian tes fisik ekstrem.
Selain biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah, lulusan sekolah kedinasan juga memiliki peluang besar diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah menyelesaikan pendidikan.
Dari banyak pilihan sekolah kedinasan, terdapat dua institusi yang dikenal memiliki tes fisik relatif ringan, yakni Politeknik Statistika STIS dan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau STMKG.
Kedua sekolah ini sangat cocok bagi calon mahasiswa yang unggul di bidang akademik, khususnya Matematika dan Bahasa Inggris.
Politeknik Statistika STIS merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS).
Sekolah ini dikenal sebagai salah satu kampus kedinasan favorit karena fokus pada ilmu statistik, pengolahan data, dan analisis.
Bagi siswa yang menyukai angka, riset, serta pengolahan data, STIS menjadi pilihan yang sangat menjanjikan. Apalagi kebutuhan tenaga ahli statistik terus meningkat di era digital seperti sekarang.
Seleksi masuk STIS lebih banyak menitikberatkan pada kemampuan akademik dan psikologi peserta. Berikut tahapan seleksinya:
Pengumuman penerimaan
Pendaftaran dan seleksi administrasi
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan CAT BKN
Seleksi lanjutan ujian Matematika
Psikotes dan wawancara
Tes kesehatan dan kebugaran
Menariknya, tes fisik di STIS tergolong sangat ringan. Berdasarkan seleksi tahun sebelumnya, peserta hanya menjalani Harvard Steps Test, yaitu tes naik turun bangku kecil untuk mengukur ketahanan jantung dan paru-paru.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media