Buru Ancam Mogok Besar di Samsung Selama 18 Hari, Ribuan Pekerja Siap Hentikan Produksi

news.fin.co.id - 16/05/2026, 05:46 WIB

Buru Ancam Mogok Besar di Samsung Selama 18 Hari, Ribuan Pekerja Siap Hentikan Produksi

fin.co.id -  Gelombang mogok kerja besar-besaran mengancam raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics. Aksi yang direncanakan berlangsung selama 18 hari mulai 21 Mei itu disebut-sebut berpotensi mengganggu rantai pasok global industri kecerdasan buatan (AI).

Lebih dari 45 ribu pekerja mengancam melakukan aksi mogok yang akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Samsung. Perselisihan dipicu persoalan pembagian bonus di tengah lonjakan keuntungan perusahaan akibat booming industri AI dan kelangkaan chip memori global.

Samsung diketahui menawarkan bonus besar kepada para pekerja. Namun perusahaan ingin memberikan bonus jauh lebih tinggi kepada sekitar 27 ribu karyawan divisi chip memori dibanding pekerja di divisi desain dan manufaktur chip logika.

Serikat pekerja menilai kebijakan tersebut tidak adil. Mereka menyoroti sekitar 23 ribu pekerja lain yang memproduksi chip AI untuk Tesla dan NVIDIA tetap bekerja di fasilitas yang sama, tetapi mendapat bonus jauh lebih kecil karena divisi foundry mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam negosiasi pada Maret lalu, Samsung disebut menawarkan bonus sebesar 607 persen dari gaji tahunan untuk pekerja divisi chip memori. Angka itu bahkan melampaui bonus yang diterima karyawan rivalnya, SK Hynix.

Sebaliknya, pekerja di divisi chip logika dan foundry hanya akan menerima bonus sekitar 50 hingga 100 persen dari gaji tahunan. Serikat pekerja khawatir perbedaan besar tersebut memicu perpindahan karyawan ke divisi memori atau perusahaan lain.

"Jika divisi memori mendapat 500 juta won sementara divisi foundry hanya mendapat 80 juta won, motivasi apa yang dimiliki karyawan untuk tetap bekerja?" ujar pimpinan serikat pekerja Choi Seung-ho dalam negosiasi internal, dikutip dari reuters.

Beberapa pekerja menyebut perpindahan karyawan sudah mulai terjadi. Seorang insinyur foundry bermarga Lee di Pyeongtaek mengatakan timnya menyusut dalam beberapa tahun terakhir karena sejumlah pegawai pindah ke divisi memori Samsung maupun ke SK Hynix.

Dua pekerja lain yang identitasnya dirahasiakan juga mengaku banyak rekan mereka sedang melamar pekerjaan di perusahaan pesaing.

Serikat pekerja menuntut Samsung menghapus batas bonus maksimal sebesar 50 persen dari gaji tahunan serta mengalokasikan 15 persen laba operasional tahunan ke dalam dana bonus pekerja.

Namun pihak manajemen menilai bonus harus diberikan berdasarkan performa bisnis masing-masing divisi. Negosiator Samsung, Kim Hyung-ro, mengatakan divisi chip logika telah mencatat kerugian triliunan won.

"Mereka, bisnis chip logika, mencatat kerugian triliunan won dan sejujurnya, jika bukan karena perusahaan kami, mereka mungkin sudah gulung tikar atau ditutup," kata Kim Hyung-ro dalam negosiasi.

Samsung menegaskan bisnis chip logika tetap menjadi sektor strategis yang terus mendapat investasi jangka panjang dari perusahaan. Samsung juga menyatakan proposal bonus terbaru akan menjadi salah satu kompensasi terbaik di industri.

Perusahaan memperingatkan bahwa mogok kerja berpotensi menyebabkan hilangnya kepercayaan pelanggan apabila pengiriman produk terganggu.

Kekhawatiran terhadap aksi mogok tersebut juga datang dari pemerintah Korea Selatan hingga investor asing. Ketua Samsung disebut telah mengingatkan bahwa mogok kerja bisa memicu arus keluar modal, penurunan penerimaan pajak, hingga pelemahan nilai won Korea Selatan.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca