Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, pada akhir April juga menyinggung adanya tuntutan berlebihan dari sejumlah serikat pekerja, yang dinilai banyak pihak mengarah kepada konflik di Samsung.
Kamar Dagang Amerika di Korea menyebut ketidakpastian tenaga kerja di Samsung dapat memengaruhi reputasi Korea Selatan sebagai mitra manufaktur dan rantai pasok global yang andal.
Analis menilai konflik tersebut bisa menjadi penentu hubungan industrial di Korea Selatan ke depan. Profesor hukum Korea University, Park Ji-soon, mengatakan perusahaan lain kini ikut memantau sengketa tersebut.
"Jika Samsung menciptakan preseden di mana tuntutan serikat pekerja dipaksakan melalui mogok kerja, perusahaan-perusahaan dapat berada dalam posisi tawar yang sangat tidak menguntungkan di masa depan," ujarnya.
Sejumlah pekerja yang ikut dalam aksi protes mengaku kecewa terhadap Samsung. Seorang peneliti chip bernama Lee, yang telah bekerja selama 30 tahun, mengaku banyak rekannya telah hengkang ke perusahaan lain dan dirinya juga melamar pekerjaan di Micron Technology.
"Saya ikut aksi karena sangat marah," katanya.
"Saya tidak lagi bangga terhadap Samsung."
Source: Reuters