Internasional . 17/05/2026, 09:27 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Rombongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membuang sejumlah barang yang diberikan pejabat China sebelum meninggalkan negara tersebut menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One.
Laporan itu diungkap media Inggris The Daily Express pada Sabtu 16 Mei 2026. Disebutkan, para staf delegasi Amerika mengumpulkan seluruh barang yang dibagikan kepada rombongan dan awak media sebelum mereka naik ke pesawat.
Jurnalis New York Post, Emily Goodin, mengatakan barang-barang yang dibuang itu berupa kartu identitas, telepon genggam sekali pakai dari staf Gedung Putih, hingga lencana delegasi.
"Staf Amerika mengambil semua barang yang dibagikan oleh pejabat China - kartu identitas, telepon genggam sekali pakai dari staf Gedung Putih, lencana delegasi - mengumpulkannya sebelum kami naik AF1 (Air Force One) dan membuangnya ke tempat sampah di bawah tangga," tulis Goodin di media sosial X.
"Tidak ada barang dari China yang diizinkan di pesawat. Kami akan segera berangkat ke Amerika," lanjutnya.
Kunjungan Trump ke China sendiri diakhiri dengan pertemuan bersama Presiden China Xi Jinping di kompleks kediaman resmi Zhongnanhai.
Dalam pertemuan tersebut, Trump dan Xi sempat berjalan santai di area halaman yang dipenuhi pepohonan tua dan mawar khas China. Keduanya kemudian melanjutkan pembicaraan sambil minum teh dan makan siang bersama para ajudan serta penerjemah utama.
Pertemuan tertutup itu berlangsung hampir tiga jam sebelum Trump kembali ke Washington.
"Ini benar-benar beberapa hari yang luar biasa," kata Trump kepada wartawan.
Di balik suasana hangat pertemuan itu, isu Taiwan disebut tetap menjadi pembahasan serius antara kedua pemimpin dunia tersebut. Menurut pejabat pemerintah China, Xi Jinping memperingatkan Trump bahwa perbedaan pandangan terkait Taiwan bisa memicu “bentrokan dan bahkan konflik” jika tidak ditangani dengan baik.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak berubah.
Ia juga memperingatkan bahwa akan menjadi “kesalahan besar” jika China mencoba merebut Taiwan dengan kekerasan. Rubio menyebut pernyataan Xi tersebut merupakan hal yang biasa dalam hubungan diplomatik kedua negara. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media