Nasional . 18/05/2026, 11:53 WIB

Alutsista TNI AU Bertambah, Presiden Prabowo: Jadi Tonggak Pertahanan Nasional

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id — Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa langkah pemerintah menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) bagi TNI Angkatan Udara menjadi tonggak penting. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu saat ini.

Menurut penjelasan Presiden Prabowo, upaya memperkokoh kemampuan militer Indonesia ini murni sebagai langkah pertahanan dan penangkal (deterrence). Pemerintah sama sekali tidak memiliki niat untuk melakukan agresi terhadap negara lain.

"Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri. Kita lihat kondisi dunia geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas," ujar Presiden Prabowo di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Daftar Alutsista Baru untuk Memperkuat Langit Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah memaparkan sejumlah armada dan teknologi militer baru yang masuk ke dalam jajaran pertahanan udara instansi TNI AU. Penambahan alutsista modern tersebut meliputi:

  • 6 unit pesawat tempur MRCA Rafale
  • 4 unit pesawat Falcon 8X
  • 1 unit pesawat angkut A-400M
  • Radar GCI GM403
  • Smart Weapon Hammer
  • Missile Meteor

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan ini secara bertahap. Hal ini menjadi fokus utama demi memastikan keamanan seluruh wilayah kedaulatan Indonesia, mulai dari udara, laut, hingga wilayah daratan.

"Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita," kata Presiden Prabowo.

Komitmen Modernisasi Militer dan Pembelian Jet Tempur Rafale

Melalui langkah modernisasi alutsista ini, pemerintah berharap dapat mendongkrak kesiapsiagaan pertahanan nasional secara signifikan. Selain itu, kekuatan baru ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan regional.

Sebagai bagian dari komitmen ini, Kementerian Pertahanan sebelumnya telah memborong sebanyak 42 jet tempur Rafale buatan perusahaan Dassault Aviation asal Prancis. Kepastian ini terwujud setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir resmi efektif.

Kehadiran jet tempur canggih generasi terbaru Rafale ini mengemban misi penting. Ke depan, armada tempur asal Prancis ini akan membuat kekuatan TNI AU semakin tangguh dan perkasa dalam menjaga serta mengawal seluruh wilayah udara Indonesia.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com