Prabowo Tinjau Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, LPG 3 Kg Dijual Rp16 Ribu
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id -
Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.
Program koperasi desa itu digadang-gadang menjadi langkah baru pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional hingga ke pelosok desa.
Saat meninjau area koperasi, Prabowo tampak menyusuri rak-rak kebutuhan pokok dan fasilitas pelayanan yang digunakan masyarakat desa. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah penjualan gas LPG subsidi 3 kilogram atau gas melon dengan harga Rp16 ribu per tabung.
Gas LPG 3 kilogram sendiri memang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan kurang mampu. Pemerintah juga memastikan harga LPG subsidi tidak mengalami kenaikan meski situasi krisis energi global masih berlangsung.
Selain LPG, Prabowo juga mengecek berbagai kebutuhan pokok lain yang dijual di koperasi tersebut, mulai dari bahan pangan hingga fasilitas pendukung distribusi barang.
Candaan Prabowo Soal Alfamart Bikin Suasana Cair
Di tengah peninjauan koperasi, Prabowo sempat melontarkan candaan yang langsung mengundang tawa para tamu dan masyarakat yang hadir.
“Nanti enggak dianggap bersaing dengan Alfamart,” ujar Prabowo sambil melihat aktivitas koperasi desa.
Candaan tersebut mencairkan suasana sekaligus menggambarkan bagaimana pemerintah ingin koperasi desa menjadi pusat ekonomi rakyat tanpa mematikan usaha lain.
Didampingi Zulhas dan Tito Karnavian
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Zulkifli Hasan dan Tito Karnavian.
Rombongan juga meninjau area gudang logistik dan kendaraan operasional yang nantinya digunakan untuk mendukung distribusi kebutuhan pokok bagi masyarakat desa.
Pemerintah menilai keberadaan koperasi desa dapat membantu menjaga stabilitas harga barang sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat bawah.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan dirinya siap bertanggung jawab penuh terhadap program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, memastikan ketersediaan pangan bagi ratusan juta rakyat Indonesia bukan pekerjaan ringan, tetapi pemerintah berhasil menunjukkan kemajuan besar dalam waktu singkat.
“Kalau bangsa ini lapar, saya yang tanggung jawab,” tegas Prabowo.
Ia menyebut Indonesia kini berhasil menuju swasembada pangan di tengah jumlah penduduk yang mencapai sekitar 287 juta jiwa.
“Kita swasembada pangan, perjuangan yang tidak ringan. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan. Kita berhasil,” katanya.
Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Andi Amran Sulaiman yang dinilai mampu mempercepat target swasembada pangan nasional.
“Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada pangan dalam empat tahun. Mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,” ungkapnya.
Sindir Pejabat yang Tidak Hadir
Di sela acara, Prabowo juga sempat menyinggung sejumlah pejabat yang tidak hadir dalam peresmian tersebut. Dengan nada bercanda, ia meminta agar nama pejabat yang absen dicatat.
“Dicatat tadi ya, yang pejabat-pejabat enggak hadir itu,” ujar Prabowo.
Ia kemudian menyoroti aturan perjalanan dinas luar negeri bagi pejabat daerah dan meminta agar sumber pembiayaan perjalanan turut diperiksa.
Menanggapi hal tersebut, Tito Karnavian menjelaskan bahwa perjalanan luar negeri pejabat daerah memang harus mendapatkan izin melalui Kementerian Dalam Negeri.
Prabowo pun langsung menimpali singkat, “Coba dicek ya, nanti.”
Melalui program Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berharap roda ekonomi desa semakin kuat, distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih efisien, dan masyarakat desa memperoleh akses barang penting dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau. (*)