Nasional . 19/05/2026, 23:10 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Militer Israel dilaporkan masih menyerang dan menaiki armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional saat konvoi tersebut menuju Jalur Gaza.
Dalam pernyataan resmi pada Selasa, penyelenggara misi kemanusiaan itu menegaskan pencegatan oleh Israel masih terus berlangsung. Mereka juga menyebut pasukan Israel menaiki kapal-kapal bantuan secara ilegal di tengah pelayaran menuju Gaza.
"Pencegatan berlanjut. Kapal-kapal militer Israel saat ini secara ilegal menaiki armada kami. Kami berada dalam siaga tinggi saat terus menuju Gaza. Kami menolak untuk diintimidasi," menurut pernyataan Global Sumud Flotilla pada Selasa, 19 Mei 2026.
Penyelenggara Global Sumud Flotilla menyebut 10 kapal bantuan berhasil lolos dari serangan Israel selama 22 jam di perairan internasional. Armada tersebut tetap melanjutkan perjalanan menuju Jalur Gaza meski berada dalam tekanan militer.
Menurut pernyataan itu, posisi kapal kini semakin dekat dengan wilayah pesisir Gaza.
"Kapal-kapal tersebut kini hanya berjarak 121 mil laut dari pantai Gaza," demikian isi pernyataan itu.
Sebelumnya, media Israel Walla melaporkan militer Israel telah menyita lebih dari 40 kapal dari total 54 kapal yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan tersebut. Laporan itu juga menyebut sekitar 300 aktivis ditahan dalam operasi tersebut.
Insiden terbaru ini menjadi serangan kedua Israel terhadap armada bantuan Global Sumud Flotilla dalam kurun lebih dari 24 jam. Sebelumnya, militer Israel melancarkan serangan terhadap konvoi bantuan pada Senin (18/5) di perairan internasional.
Armada kemanusiaan yang terdiri dari 54 kapal itu mulai berlayar dari distrik Marmaris, Turki, pada Kamis (14/5). Misi tersebut bertujuan menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.
Serangan terhadap armada bantuan Gaza bukan pertama kali terjadi. Pada akhir April lalu, militer Israel juga menyerang kapal-kapal flotilla di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani.
Saat itu, konvoi kemanusiaan membawa 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga negara Turki. Pasukan Israel kemudian menyita 21 kapal yang membawa sekitar 175 aktivis.
Sementara itu, beberapa kapal lain tetap melanjutkan perjalanan menuju perairan teritorial Yunani. Israel kemudian membebaskan para aktivis di perairan internasional, kecuali dua orang, yakni seorang aktivis asal Spanyol dan seorang aktivis Brasil.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media