Megapolitan . 19/05/2026, 20:09 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara menggelar sosialisasi mengenai penerapan kesejahteraan hewan, kesehatan, serta sanitasi dalam proses pemotongan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan teknis kepada panitia kurban agar pelaksanaan penyembelihan berjalan sesuai syariat, aman, dan higienis.
“Mulai dari perlakuan terhadap hewan sebelum disembelih, tata cara penyembelihan yang benar, penanganan daging setelah disembelih hingga pengelolaan limbah hasil pemotongan hewan kurban,” kata Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit, Selasa, 19 Mei 2026.
Novy menjelaskan, pengelolaan limbah kurban juga menjadi perhatian penting dalam mendukung Gerakan Pilah Sampah bertajuk “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”. Menurutnya, sosialisasi tahun ini diikuti sebanyak 150 peserta dan dibagi dalam dua tahap pelaksanaan.
Tahap pertama diikuti 100 peserta yang berasal dari pengurus masjid dan panitia kurban di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Koja, Cilincing, serta Kelapa Gading.
Sementara tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 di Masjid Raudhatul Jannah, Kelurahan Pluit, dengan peserta dari wilayah Penjaringan dan Pademangan.
“Tahap kedua akan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Masjid Raudhatul Jannah, Kelurahan Pluit, untuk peserta dari wilayah Penjaringan dan Pademangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, materi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh akademisi dan tokoh agama, mencakup tata cara penyembelihan, penanganan daging kurban, hingga pemahaman kurban dalam ajaran Islam.
Dalam pelaksanaannya, Sudin KPKP Jakarta Utara juga bekerja sama dengan PT Indonesia Power dan Baznas Bazis Jakarta Utara yang memberikan bantuan berupa pisau sembelih dan terpal bagi peserta.
“Kami juga akan melakukan pemeriksaan tempat pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha hingga H+3.Kami berharap panitia dapat menerima petugas pemeriksa saat menjalankan tugas,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara Wawan Budi Rohman mengingatkan agar limbah hasil pemotongan hewan tidak dibuang sembarangan karena berpotensi menimbulkan penyakit.
“Limbah kurban sebaiknya dikubur atau bisa dimanfaatkan menjadi pakan maggot BSF. Kami berharap seluruh panitia menjaga kebersihan lingkungan agar ibadah kurban menjadi lebih berkah,” tukasnya.
Wawan juga mengimbau pengurus masjid menyediakan tempat sampah terpisah untuk mendukung pemilahan sampah, terutama limbah botol plastik selama kegiatan kurban berlangsung.
Salah satu peserta sosialisasi, Muhammad Rifad mengaku kegiatan tersebut memberi banyak pengetahuan baru mengenai tata cara pemotongan hewan kurban yang baik dan benar.
“Selain mendapatkan ilmu, kami juga menerima bantuan dua terpal dan satu pisau sembelih yang nantinya sangat membantu pelaksanaan pemotongan hewan kurban di masjid,” tandasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media