Internasional . 20/05/2026, 16:35 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengonfirmasi bahwa salah satu kapal tanker minyak mereka saat ini sedang berlayar melewati Selat Hormuz pada hari Rabu, 20 Mei 2026.
Langkah berani ini menjadi sejarah baru karena menandai perjalanan pertama bagi armada laut Negeri Gingseng melewati jalur air yang krusial tersebut semenjak konflik bersenjata di Iran pecah.
Menteri Luar Negeri Cho Hyun mengumumkan kabar penting ini secara langsung di hadapan para anggota parlemen.
“Saat ini, kapal tanker minyak kita sedang melintasi Selat Hormuz,” kata Menteri Luar Negeri Cho Hyun kepada anggota parlemen di Majelis Nasional di Seoul.
Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh otoritas diplomatik setempat yang mengonfirmasi nilai penting dari pelayaran ini. “Ini adalah kapal berbendera Korea Selatan pertama yang melintasi Selat Hormuz sejak perang Iran dimulai,” kata seorang pejabat kementerian luar negeri kepada AFP.
Berdasarkan data navigasi global, armada komersial ini sedang bergerak menuju pelabuhan domestik membawa pasokan energi penting. Situs pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan kapal tanker berbendera Korea Selatan Universal Winner di sisi timur Selat Hormuz dekat pintu masuk Teluk Oman, menuju kota Ulsan di tenggara Korea Selatan setelah berangkat dari pelabuhan Mina Al Ahmadi di Kuwait.
Pelayaran Universal Winner ini menarik perhatian dunia internasional karena melintasi kawasan yang penuh risiko. Sektor maritim Seoul sebelumnya sempat tegang akibat insiden keamanan yang menimpa kapal sejenis di area sekitar Teluk beberapa minggu lalu.
Berikut adalah rincian fakta terkait situasi keamanan yang membayangi pelayaran di wilayah Selat Hormuz baru-baru ini:
Secara kronologis, peristiwa menegangkan itu menimpa kapal logistik Korsel belum lama ini. Kapal HMM Namu dihantam oleh “dua pesawat tak dikenal” pada tanggal 4 Mei, mengenai pelat luar tangki pemberat sisi kiri kapal di dekat buritan dan menyebabkan kebakaran di ruang mesin.
Ketegangan geopolitik ini memicu perdebatan mengenai dalang di balik serangan udara tersebut. Pemerintah Iran sendiri segera merilis pernyataan resmi untuk membersihkan nama mereka dari tuduhan keterlibatan militer.
Teheran membantah bertanggung jawab, dengan kedutaan besarnya di Seoul memposting pernyataan di situs webnya beberapa hari setelah serangan itu, yang menyatakan bahwa mereka “dengan tegas menolak dan secara kategoris membantah tuduhan apa pun mengenai keterlibatan” pasukannya.
Di sisi lain, otoritas tertinggi di Seoul tidak tinggal diam melihat armada komersial mereka menjadi target di zona konflik internasional. Pemerintah Korea Selatan mengutuk keras serangan itu dan mengatakan pihaknya berharap dapat mengidentifikasi pelakunya melalui penyelidikan menyeluruh.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media