Internasional . 20/05/2026, 17:51 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pengamat menilai rencana legislasi hadiah pembunuhan ini menjadi peningkatan drastis dibanding ancaman Iran sebelumnya yang umumnya hanya berupa propaganda politik atau fatwa keagamaan.
Ketegangan terbaru ini juga dikhawatirkan dapat menggagalkan berbagai upaya gencatan senjata yang sedang dibahas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Donald Trump sendiri sebelumnya pernah memperingatkan Iran agar tidak mencoba melakukan serangan terhadap dirinya. Tahun lalu, Trump mengatakan Amerika Serikat akan memberikan respons sangat keras apabila Teheran benar-benar mencoba membunuhnya.
Di tengah situasi yang semakin panas, Iran sebenarnya masih mengajukan proposal perdamaian terbaru kepada Amerika Serikat. Namun Washington menilai proposal tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan.
“Kami benar-benar tidak membuat banyak kemajuan. Situasinya sangat serius saat ini,” kata seorang pejabat AS kepada Axios.
Ketegangan terbaru ini menunjukkan hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih berada di titik paling rapuh. Ancaman yang sebelumnya hanya berupa retorika kini mulai bergerak ke arah upaya legislasi resmi negara yang memicu kekhawatiran global. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media