Internasional . 21/05/2026, 21:46 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Di sisi lain, juru bicara Adalah menjelaskan bahwa otoritas setempat memindahkan aktivis asal Mesir menuju wilayah Taba di perbatasan Mesir. Sedangkan para relawan yang berasal dari Yordania melewati jalur pemindahan ke Aqaba.
Di balik proses pemulangan ini, tersimpan cerita kelam mengenai kekerasan fisik yang aparat Israel lakukan. Direktur hukum Adalah, Suhad Bishara, membeberkan bahwa para pengacara sempat memberikan bantuan hukum kepada sebagian besar korban, meski beberapa di antaranya terpaksa menjalani sidang tanpa pendampingan.
“Kami mengetahui setidaknya dua peserta yang dirawat di rumah sakit, keduanya ditembak dengan peluru karet,” kata Suhad Bishara sembari menambahkan bahwa tahanan lain mengkhawatirkan kondisi tulang rusuk mereka yang patah.
Kesaksian serupa datang dari seorang jurnalis Italia, Alessandro Mantovani. Ia turut menjadi korban penahanan bersama rombongan Armada Global Sumud sebelum akhirnya dideportasi ke Roma melalui Athena.
"Mereka memukuli kami. Mereka menendang dan memukuli kami dan meneriakkan 'Selamat datang di Israel'," ungkap Alessandro Mantovani saat menceritakan kekejaman pasukan keamanan Israel dengan tangan terborgol dan kaki berantai.
Misi kemanusiaan yang melibatkan sekitar 50 kapal di bawah bendera Armada Global Sumud ini sejatinya bertolak dari Turki sejak pekan lalu. Langkah ini menjadi aksi lanjutan setelah konvoi kapal sebelumnya juga mengalami pencegatan oleh militer Israel di perairan internasional lepas pantai Yunani pada bulan lalu.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media