Megapolitan . 22/05/2026, 09:36 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan transportasi publik terintegrasi di Jakarta. Dukungan tersebut diwujudkan melalui rencana perpanjangan jalur LRT Jakarta dari Manggarai hingga Dukuh Atas guna memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di ibu kota.
Sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi massal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperpanjang jalur LRT Jakarta dari Manggarai hingga Dukuh Atas agar konektivitas antarwilayah dan antarmoda semakin terintegrasi.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin mengatakan, pengembangan LRT Jakarta bukan hanya sekadar pembangunan jalur baru, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem mobilitas perkotaan masa depan.
“Konsep utama dari master plan ini adalah membangun integrasi transportasi dan kawasan melalui pendekatan Transit Oriented Development (TOD). Karena itu, rute LRT Jakarta diarahkan menuju simpul-simpul strategis seperti Manggarai dan Dukuh Atas agar masyarakat dapat berpindah moda transportasi secara cepat dan nyaman,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan master plan LRT Jakarta disusun dengan konsep integrasi bersama sejumlah moda transportasi utama di Jakarta, seperti MRT Jakarta, Transjakarta, KRL Commuter Line, hingga Kereta Bandara.
Menurutnya, kawasan Manggarai dan Dukuh Atas dipilih menjadi simpul utama karena memiliki peran strategis sebagai titik pertemuan mobilitas masyarakat Jakarta dan wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Iwan menilai penguatan konektivitas transportasi publik akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan mobilitas perkotaan yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.
Selain mempermudah mobilitas masyarakat, pengembangan jaringan LRT Jakarta juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kota.
Ia menyebut keberadaan stasiun-stasiun LRT diproyeksikan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan aktivitas masyarakat dan pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD).
“Setiap titik stasiun akan menciptakan bangkitan ekonomi baru. Aktivitas masyarakat yang semakin tinggi akan membuka peluang usaha, menggerakkan ekonomi lokal, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga di sekitar koridor transportasi,” jelasnya.
Jakpro juga optimistis penguatan transportasi publik dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal sehingga membantu mengurangi kemacetan dan emisi karbon menuju target Jakarta Net Zero Emission.
“Saat ini, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai terus menunjukkan progres positif dan ditargetkan segera beroperasi guna mendukung mobilitas masyarakat Jakarta yang lebih efisien dan terintegrasi,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan keputusan memperpanjang trase LRT Jakarta hingga Dukuh Atas dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai masukan serta kemampuan fiskal Pemprov DKI Jakarta.
“Untuk LRT yang diputuskan adalah extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pengembangan jaringan LRT Jakarta nantinya akan dilanjutkan menuju kawasan utara seperti Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, hingga Bandara Soekarno-Hatta guna membentuk sistem loop transportasi Jakarta yang saling terhubung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media