Ekonomi . 22/05/2026, 23:12 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak mengkhawatirkan bayang-bayang krisis ekonomi terulang di Indonesia. Setelah menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026, Menkeu memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini berada dalam keadaan yang sangat baik dan kokoh.
Menurut Purbaya, situasi yang melanda tanah air sekarang sangat jauh berbeda jika kita bandingkan dengan masa kelam krisis moneter 1998 silam. Kala itu, nilai tukar rupiah runtuh dan mengalami pelemahan drastis hingga berkali-kali lipat dari posisi awal.
"Tidak (kekhawatiran). Fundamental kita amat baik. Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari Rp2.000 melemah ke sekian, Rp17 ribu kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan (depresiasi) 4-5 persen kan sebetulnya jauh (dari 1998)," ujar Purbaya.
Menkeu menjelaskan bahwa volatilitas atau tekanan terhadap mata uang rupiah belakangan ini bukan karena keretakan internal ekonomi kita. Masalah ini sejatinya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor persepsi pasar secara global, bukan karena rapuhnya kondisi fundamental ekonomi nasional.
Saat ini, Indonesia memang sedang menghadapi berbagai tantangan serta tekanan eksternal secara bertubi-tubi dari luar negeri. Mulai dari penilaian berkala Morgan Stanley Capital International (MSCI), laporan berkala dari lembaga pemeringkat internasional, hingga fluktuasi pergerakan nilai tukar global.
"Kalau kita lihat sekarang kan serangan bertubi-tubi ke kita. MSCI, habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar. Tapi kalau dari fundamental sih nggak ada masalah. Jadi, kita akan memperbaiki cara mungkin, kita mensosialisasikan keberhasilan kita ke publik," katanya.
Guna memperkuat benteng pertahanan ekonomi, rapat terbatas di Istana ini sengaja menghadirkan sejumlah tokoh senior bangsa. Para pakar ini merupakan figur-figur penting yang pernah terlibat langsung dalam penanganan krisis ekonomi pada periode sebelum-sebelumnya.
Beberapa tokoh senior yang hadir untuk memberikan sumbangsih pemikiran antara lain Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan mantan pejabat Kementerian PPN/Bappenas.
Melalui forum ini, pemerintah berupaya menyerap seluruh pengalaman berharga serta masukan taktis terkait cara menjinakkan krisis ekonomi pada masa lalu. Menkeu mengaku telah mencatat seluruh wejangan dari para senior tersebut untuk menjadi bahan evaluasi dan strategi antisipasi ke depan.
"Sharing pengetahuan gimana waktu mengalami ada krisis 2007-2008 dan sebelum-sebelumnya. Itu saja kita pelajari, masukan dari mereka apa. Saya sudah catat, saya diperintahkan untuk mempelajari, ya kita pelajari," imbuh Purbaya.
Langkah proaktif ini membuktikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Di tengah badai persepsi negatif global, stabilitas domestik tetap terjaga dengan baik berkat pondasi ekonomi yang kuat serta persiapan matang dari jajaran menteri kabinet.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media