Internasional . 24/05/2026, 09:17 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang selama ini memanas.
Sejumlah media Amerika Serikat pada Sabtu 23 Mei menyebut proses negosiasi kini memasuki tahap akhir dengan pembahasan yang lebih banyak berfokus pada detail redaksi perjanjian.
Laporan Axios menyebutkan hambatan utama dalam rancangan kesepakatan saat ini berada pada tahap “penyusunan kata-kata”. Meski begitu, Presiden AS Donald Trump disebut belum mengambil keputusan final terkait kesepakatan tersebut
Sementara itu, The Washington Times melaporkan bahwa Washington dan Teheran diperkirakan akan mengumumkan finalisasi rancangan perjanjian damai pada Minggu 24 Mei 2026.
Sebelumnya, Trump mengatakan kepada CBS News bahwa kedua negara “semakin dekat” untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri perang di Iran.
Dalam proses negosiasi tersebut, Washington dan Teheran terus melakukan komunikasi melalui perantara Islamabad. Pembahasan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, upaya mengatasi kekhawatiran terkait program nuklir Iran, hingga pencabutan sanksi terhadap Teheran.
Fox News juga melaporkan bahwa Trump telah berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin Timur Tengah terkait perkembangan situasi Iran. Seorang diplomat menyebut pembicaraan tersebut menunjukkan adanya perkembangan diplomatik yang positif.
“Pembicaraan tersebut sangat positif. Kemajuan baik tengah dibuat,” kata seorang diplomat.
“Pemimpin kawasan sangat mendukung kemajuan dan terobosan Presiden Trump yang tercapai dalam pembicaraan tersebut,” lanjutnya.
Iran Setuju Usulan Perdamaian AS:
Di sisi lain, The New York Times melaporkan bahwa Iran telah menyetujui rancangan kesepakatan damai yang diajukan Amerika Serikat, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Media tersebut mengutip tiga pejabat senior Iran yang menyebut usulan perdamaian itu mencakup penghentian konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon. Fokus utama kesepakatan diarahkan pada normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Dalam rancangan tersebut, Amerika Serikat disebut akan mencabut blokade laut terhadap Iran dan mengizinkan kembali jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz tanpa pungutan biaya lintas dari Iran.
Adapun persoalan program nuklir Iran yang selama ini menjadi hambatan utama dalam negosiasi akan dibahas secara terpisah dalam pembicaraan lanjutan selama 30 hingga 60 hari ke depan.
Usulan tersebut juga mencakup pencairan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang selama ini dibekukan di luar negeri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media