Nasional . 24/05/2026, 16:56 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan proyek besar di sektor kelautan dan perikanan melalui pembangunan sentra budidaya udang dan ikan berskala raksasa di berbagai daerah Indonesia.
Program tersebut digadang-gadang menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan ekspor perikanan Indonesia ke pasar dunia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya udang di kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan atau BUBK di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).
“Kita mulai sekarang menambah, kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan pemerintah saat ini sedang membangun tambak udang terintegrasi seluas sekitar 2.000 hektare di Waingapu, Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP, proyek tersebut mulai dibangun sejak Februari 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun.
Kawasan budidaya udang modern itu ditargetkan mampu menghasilkan hingga 52.800 ton udang per tahun. Pemerintah berharap proyek ini bisa menjadi salah satu pusat produksi udang terbesar di Indonesia.
Tak hanya di NTT, pemerintah juga berencana membangun sentra budidaya udang seluas 200 hektare di Gorontalo.
Sementara itu, di kawasan pantai utara Jawa Barat, pemerintah menyiapkan proyek sentra budidaya perikanan seluas sekitar 14.000 hektare.
“Hanya di sana ikan, di sini udang,” kata Prabowo.
Prabowo optimistis sektor budidaya kelautan dan perikanan Indonesia memiliki masa depan cerah. Keyakinan tersebut muncul setelah melihat hasil panen di kawasan BUBK Kebumen yang dinilai memiliki produktivitas kelas dunia.
Saat ini, kawasan tambak modern BUBK Kebumen memiliki luas sekitar 65 hektare dengan hasil panen mencapai 40 ton udang per hektare.
Tambak tersebut juga berhasil menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal dan memberikan dampak ekonomi cukup besar bagi masyarakat sekitar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media