Megapolitan . 24/05/2026, 19:49 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menyampaikan permintaan maaf setelah aksi penertiban terhadap pedagang es krim di area Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin menuai kritik publik, Minggu, 24 Mei 2026.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian luas usai video penertiban di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) viral di media sosial melalui akun Instagram @infojakarta.co.id.
Dalam video yang beredar, terlihat enam anggota Satpol PP menghentikan seorang pedagang es krim yang berjualan menggunakan sepeda di area CFD.
Aksi itu mengundang reaksi warga yang tengah berolahraga di lokasi. Bahkan, salah seorang warga sempat terlibat adu argumen dengan petugas karena menilai tindakan penertiban dilakukan secara kurang humanis.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses penertiban berlangsung.
"Menanggapi video yang beredar di media sosial terkait penertiban pedagang es krim di kawasan HBKB, kami Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan yang dirasakan masyarakat," kata Satriadi dalam keterangannya.
Menurut Satriadi, kejadian tersebut menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi bagi jajarannya dalam menjalankan tugas di lapangan.
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, kawasan HBKB memang harus bebas dari aktivitas berdagang demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat yang sedang beraktivitas maupun berolahraga.
Namun demikian, Satriadi mengakui pendekatan humanis tetap harus diutamakan saat penertiban dilakukan.
"Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan penertiban, pendekatan humanis, komunikasi yang baik, dan sikap persuasif harus selalu dikedepankan," tambahnya.
Satpol PP DKI Jakarta memastikan insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar seluruh personel dapat bekerja lebih profesional, bijak, dan mengedepankan empati kepada masyarakat.
Pihaknya juga menegaskan komitmen untuk terus menjaga ketertiban umum dengan pendekatan yang lebih humanis ke depan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kritik, saran, dan perhatian yang diberikan masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pelayanan publik yang lebih baik," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media