Megapolitan . 25/05/2026, 19:48 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Dugaan praktik prostitusi anak yang disebut terjadi di kawasan Lokasari, Jakarta Barat, viral di media sosial dan kini tengah didalami pihak kepolisian. Video tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah akun X @hunter_tnok yang menuding adanya praktik eksploitasi anak yang diduga dikendalikan mucikari.
Dalam unggahan itu disebutkan adanya promosi prostitusi anak melalui istilah “seventeen” dan “perawan” yang terdengar dalam video seorang YouTuber asal Jepang pada April 2026.
Kapolsek Polsek Tamansari, Bobby, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan serupa beberapa pekan lalu. Namun, ia menegaskan video lama yang sebelumnya beredar tidak terbukti karena minim alat bukti.
“Ini masih dalam lidik. Beberapa minggu lalu juga ada laporan seperti ini. Yang video lama itu sudah dikonfirmasi tidak terbukti,” ujar Bobby kepada wartawan, Senin, 25 Mei 2026.
Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap video baru yang kini viral di media sosial.
Menurut Bobby, lokasi yang disebut dalam video bukan berada di kawasan Lokasari, melainkan wilayah Mangga Besar.
“Itu sebenarnya bukan wilayah Lokasari pada dasarnya, itu wilayah Mangga Besar. Kalau Lokasari ada tempatnya sendiri,” katanya.
Pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan lapangan bersama pengurus RT, RW, serta pengelola kawasan Lokasari.
Hasil sementara, warga dan pengelola membantah adanya praktik prostitusi anak seperti yang dituduhkan dalam video viral tersebut.
“Kami sudah mendapatkan statement dari RT, RW, dan pengelola Lokasari bahwa di situ tidak terjadi hal seperti itu. Mereka juga mendukung untuk mengusut permasalahan ini dan menolak adanya praktik prostitusi,” jelas Bobby.
Ia menegaskan kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman dan polisi akan terus menelusuri fakta di balik video yang beredar luas di media sosial.
Rafi Adhi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media