Internasional . 26/05/2026, 22:28 WIB

Jika AS dan Israel Nekat Kembali Menyerang, Iran Ancam Kirim Balasan Dahsyat!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi kembali memanas setelah pihak militer Teheran mengeluarkan peringatan keras. Seorang juru bicara senior angkatan bersenjata Iran pada hari Selasa, 26 Mei 2026 memperingatkan bahwa setiap dimulainya kembali serangan AS dan Israel terhadap Iran akan disambut dengan pembalasan yang “lebih berat” dan “lebih kuat”.

Peringatan ini muncul menyusul adanya insiden baru yang mengancam stabilitas kawasan. Pihak berwenang Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika wilayahnya kembali menjadi target agresi militer. Ancaman kali ini diprediksi akan melibatkan skala operasi yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

“Jika kawasan ini memasuki babak perang lain, respons Iran akan meluas melampaui perbatasan regional dan akan jauh lebih berat dan lebih kuat,” kata Abolfazl Shekarchi dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Iran, Fars.

Sebelum pernyataan keras tersebut keluar pada hari yang sama, kantor berita Fars melaporkan bahwa pesawat AS dan Israel menyerang kapal-kapal Iran di selatan Pulau Larak Iran dekat Selat Hormuz. Serangan udara tersebut dilaporkan menewaskan “beberapa warga negara Iran”. Insiden mematikan ini terjadi di tengah gencarnya upaya mediasi yang dipimpin Pakistan untuk mengakhiri perang.

Konflik bersenjata ini sendiri awalnya bermula dari serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian memicu aksi pembalasan dari pihak Iran. Padahal, sebuah kesepakatan gencatan senjata telah mulai berlaku sejak 8 April dan kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu.

Pemimpin Tertinggi Iran: Tidak Ada Lagi Tempat Berlindung Aman bagi Washington

Selain dari pihak angkatan bersenjata, kecaman keras juga datang langsung dari otoritas tertinggi keagamaan dan politik negara tersebut. Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan pada hari Selasa bahwa negara-negara Timur Tengah "tidak akan lagi menjadi tameng bagi pangkalan-pangkalan Amerika". Ia juga menegaskan bahwa Washington tidak akan lagi memiliki "tempat berlindung yang aman" di kawasan tersebut.

Menurut laporan kantor berita IRNA milik negara, Mojtaba Khamenei menyampaikan pidato politik tersebut dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan untuk menandai puncak ibadah haji.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh kekuatan lokal untuk bersatu mengejar kemandirian politik dan keamanan tanpa campur tangan asing.

"Saya dengan tulus mengundang semua negara dan pemerintah Islam untuk menjalin persahabatan dan kerja sama demi kebaikan bersama," tambahnya.

Ia menyerukan kepada negara-negara Muslim dan negara-negara lain di kawasan tersebut "untuk mengejar kepentingan bersama" dalam membentuk tatanan regional dan global yang baru. Seruan persatuan ini bergaung kuat di tengah misi diplomatik Pakistan yang berusaha meredam perang AS-Israel di Iran.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com