Nasional . 26/05/2026, 12:32 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro, mengungkapkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 berasal dari peternak dalam negeri.
Menurut Juri, Presiden Prabowo berharap momentum Idul Adha tahun depan dapat dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan mutu serta produktivitas peternakan sapi nasional.
"Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal ya, peternak lokal sehingga diharapkan momentum ini mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban," kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pengadaan ribuan sapi tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, mulai dari Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia.
Keterlibatan peternak lokal, lanjut Juri, menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat industri peternakan nasional agar lebih mandiri sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan daging sapi di dalam negeri.
“Di saat yang sama, Pak Presiden juga berharap supaya ini juga momentum untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia secara mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan khususnya daging sapi dalam negeri,” ujarnya.
Sebagai informasi, pemerintah akan mendistribusikan 1.098 ekor sapi kurban ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
"Jadi ada 552 daerah, yakni 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota akan menerima sebanyak 598 sapi untuk seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 26 Mei 2026.
Juri menerangkan, jumlah sapi yang dibagikan ke daerah lebih banyak dibanding jumlah wilayah penerima karena terdapat sejumlah daerah yang belum memiliki sapi dengan standar bobot yang telah ditentukan Presiden.
"Kenapa dari 552 daerah menerima 598 sapi? Jadi sapinya lebih banyak dari jumlah daerah karena ada 46 daerah yang tidak tersedia sapi dengan ukuran standar sapi presiden. Standar dari atau standar bobot sapi presiden adalah 800 kilo sampai 1,3 ton dan setiap daerah akan mendapatkan satu," jelasnya.
Ia menyebutkan, terdapat 46 daerah yang belum memiliki sapi dengan bobot sesuai standar tersebut.
"Oleh karena itu ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah," imbuhnya.
Selain disalurkan ke pemerintah daerah, sapi kurban dari Presiden Prabowo juga akan diberikan kepada lembaga pendidikan, pondok pesantren, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
"Sapi kurban Bapak Presiden juga akan diserahkan atau akan disampaikan kepada lembaga-lembaga pendidikan, ada juga pondok pesantren, kemudian juga kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, sebanyak 500 sapi," imbuhnya.
"Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi. Jadi semuanya 1.098 ekor sapi," sambungnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media