Pendidikan . 27/05/2026, 15:58 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Kementerian Sosial (Kemensos) resmi membawa kabar baik bagi para pencari kerja, khususnya di sektor pendidikan. Pemerintah tahun ini akan membuka rekrutmen besar-besaran untuk mendukung program Sekolah Rakyat yang kini tengah bertransformasi menjadi sekolah permanen di berbagai daerah Indonesia.
Dalam program tersebut, Kemensos menargetkan perekrutan lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Rekrutmen ini dilakukan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari 32.000 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Pengumuman penting itu disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Jakarta, Selasa (26/5).
Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat yang kini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Gus Ipul menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam memastikan Sekolah Rakyat bisa berjalan optimal sejak awal pembukaan nanti. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan gedung yang dibangun segera terisi oleh tenaga pendidik berkualitas.
“Tahun ini kita insya Allah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32.000 untuk tahun ini,” ujar Gus Ipul.
Rekrutmen ini berjalan seiring dengan target penyelesaian pembangunan 93 titik gedung Sekolah Rakyat permanen Tahap II yang saat ini tengah dipercepat. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan utama selesai pada Juni 2026 agar bisa langsung digunakan pada Juli mendatang.
Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga mulai memperkuat sistem pembelajaran digital. Kemensos menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi untuk menghadirkan internet cepat dan fasilitas pembelajaran digital di seluruh Sekolah Rakyat.
“Infrastruktur pembelajaran digital, instalasi sambungan internetnya maupun juga hal-hal lain yang terkait dengan pembelajaran digital itu,” jelas Gus Ipul mengenai kerja sama tersebut.
Program Sekolah Rakyat ini dinilai menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketimpangan kualitas pendidikan, terutama di wilayah terpencil dan daerah dengan akses pendidikan terbatas. Kehadiran sekolah permanen dengan dukungan teknologi diharapkan mampu membuka kesempatan belajar yang lebih merata bagi anak-anak Indonesia.
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam proses pembangunan. Dari total 93 titik pembangunan, terdapat lima lokasi yang masuk kategori “zona merah” akibat masalah arus kas kontraktor dan keterbatasan SDM di daerah setempat.
Meski begitu, Dody tetap optimistis sebagian besar proyek dapat selesai tepat waktu. Ia bahkan berharap seluruh titik pembangunan bisa rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media