Nasional . 31/05/2026, 13:37 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (B.E.) sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebajikan, mempererat persaudaraan, serta menjaga perdamaian dunia.
Menurut Menag, tema Waisak 2026, yakni “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, sangat sesuai dengan tantangan global yang dihadapi saat ini. Ia menilai Dharma tidak hanya dimaknai sebagai ajaran agama, melainkan juga sebagai pedoman hidup yang mengarahkan manusia untuk tetap berpegang pada nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan.
“Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, kebijaksanaan serta di tengah dinamika zaman. Termasuk menjaga perdamaian dunia,” demikian pesan Menag dalam rangka Hari Tri Suci Waisak di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.
Nasaruddin menjelaskan, upaya menjaga perdamaian dunia pada dasarnya dimulai dari diri setiap individu. Karena itu, nilai cinta kasih perlu terus ditanamkan sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga mengingatkan, semangat menjaga perdamaian sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan peran Indonesia dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Menag menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin kebebasan setiap warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman dan khidmat.
“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” ungkap Menag.
Ia menilai seluruh agama pada hakikatnya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Oleh sebab itu, kehidupan beragama seharusnya menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan memperkokoh persatuan, bukan sebaliknya.
“Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” ujar Menag.
Lebih lanjut, Nasaruddin berharap peringatan Hari Tri Suci Waisak tidak hanya dimaknai sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk membangun kehidupan yang lebih rukun, menjaga keutuhan bangsa, serta mendorong terwujudnya perdamaian dunia.
“Selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” tandasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media