Internasional . 31/05/2026, 17:14 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa dirinya telah mendapatkan jaminan krusial dari Iran terkait program militer mereka. Trump menyatakan bahwa Teheran sudah sepakat untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Kabar mengejutkan ini mencuat bersamaan dengan laporan bahwa Gedung Putih telah mengirimkan proposal perdamaian baru dengan persyaratan yang jauh lebih ketat kepada pemerintah Iran.
Langkah diplomatik ini berpotensi mengubah peta politik global. Setiap perubahan pada draf proposal tersebut bisa memperpanjang proses kesepakatan resmi untuk mengakhiri perang Timur Tengah.
Selain itu, kesepakatan ini juga menjadi kunci utama untuk membuka kembali jalur maritim vital di Selat Hormuz setelah berminggu-minggu ketegangan dan konflik bersenjata yang fluktuatif melanda kawasan tersebut.
Media terkemuka seperti New York Times dan Axios melaporkan pada Sabtu, 30 Mei 2026, bahwa Trump telah mengirimkan kerangka kerja baru yang memuat persyaratan "lebih keras" untuk Iran, meski detail poin tersebut belum mendulang kejelasan. Bagi AS, prioritas utama kesepakatan ini adalah menghentikan ambisi nuklir Iran dan membuka blokade Selat Hormuz.
"Satu-satunya jaminan yang harus saya miliki adalah tidak akan ada senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya, dan itu sangat menarik," kata Trump kepada menantunya, Lara Trump, dalam sebuah wawancara yang menyiar di program Fox News pada Sabtu malam.
Meski Trump menunjukkan optimisme tinggi, pihak Teheran justru meragukan pernyataan sepihak dari Presiden AS tersebut. Kedua negara tampaknya masih memiliki perbedaan pandangan yang sangat tajam mengenai prioritas utama dalam meja perundingan.
Pihak Iran langsung mengajukan syarat balik dan membantah beberapa poin klaim Washington:
Melihat situasi ini, Trump kini menunjukkan nada yang tidak terlalu terburu-buru dan bahkan mengisyaratkan kesiapan opsi militer baru lewat wawancara Fox tersebut.
"Saya tidak terburu-buru. Perlahan tapi pasti kita mendapatkan, saya pikir, apa yang kita inginkan dan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda," tutur Trump.
Sikap tegas Trump tersebut mendapat dukungan penuh dari kepala Pentagon, Pete Hegseth. Dalam KTT pertahanan di Asia pada hari Sabtu, Hegseth menyatakan bahwa Washington "lebih dari mampu" untuk memulai kembali konfrontasi bersenjata jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.
Meskipun serangan harian di seluruh Iran dan Teluk sempat mereda sejak kedua pihak menyepakati gencatan senjata sementara pada bulan April lewat mediasi Pakistan, gesekan bersenjata di lapangan nyatanya masih terus meletus:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media