Megapolitan . 05/06/2026, 22:46 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai berkurangnya jumlah peminat dalam bursa kerja (job fair) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat menjadi sinyal positif bagi kondisi ketenagakerjaan di ibu kota.
Menurut Pramono, rendahnya antusiasme pengunjung dalam kegiatan tersebut bisa menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang telah memperoleh pekerjaan.
“Job Fair kalau kurang peminat ya artinya orang sudah lebih banyak mendapatkan pekerjaan,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap berkomitmen menyelenggarakan bursa kerja secara berkala. Ia menilai kegiatan tersebut masih memiliki peran penting sebagai sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Selain bursa kerja umum, pemerintah daerah juga akan terus menghadirkan job fair yang ramah bagi penyandang disabilitas agar kesempatan kerja dapat diakses secara lebih luas.
“Job Fair itu tetap kami selenggarakan, baik itu yang bersifat umum maupun secara khusus untuk disabilitas. Jadi tetap kita adakan karena saya yakin para pencari kerja di Jakarta ini juga cukup tinggi,” katanya.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta menggelar Jakarta Job Fair pada 4-5 Juni 2026 di Gelanggang Jakarta Pusat (GOR Senen). Kegiatan tersebut menghadirkan ribuan peluang kerja dari 37 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor industri.
Bursa kerja berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum yang sedang mencari pekerjaan. Lowongan yang tersedia didominasi oleh sektor otomotif, perhotelan, kuliner, jasa, serta ritel.
Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media