Ekonomi . 07/06/2026, 19:41 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
"Kita bekerja dengan hati. Kita hadir untuk memberdayakan. Kita tumbuh bersama jutaan perempuan prasejahtera yang setiap hari berjuang untuk keluarganya. Karena itu, setiap keputusan yang diambil harus berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama," katanya.
Transformasi yang dilakukan PNM juga bertepatan dengan momentum penting setelah perubahan status perusahaan menjadi Persero.
Perubahan tersebut membawa konsekuensi baru bagi perusahaan untuk semakin adaptif, lincah, dan mampu memenuhi ekspektasi pemegang saham tanpa meninggalkan mandat sosial yang selama ini menjadi identitas utama PNM.
Melalui struktur organisasi yang lebih kuat, perusahaan berharap dapat meningkatkan efektivitas operasional, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat koordinasi di seluruh lini bisnis.
Penguatan tata kelola perusahaan juga menjadi fokus utama agar PNM mampu menghadapi tantangan industri jasa keuangan yang semakin kompetitif sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Kindaris meyakini modal terbesar PNM tetap terletak pada budaya gotong royong dan kolaborasi yang telah tumbuh selama lebih dari dua dekade.
Menurutnya, setiap proses perubahan memang akan menghadirkan tantangan, namun juga membuka peluang besar untuk menciptakan organisasi yang lebih kuat dan berdampak luas.
Ia optimistis dengan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas perusahaan, PNM mampu menjalankan proses transformasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
"Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada target yang harus dicapai, perubahan yang harus dijalankan, dan tantangan yang harus diselesaikan. Namun dengan semangat kolaborasi dan budaya saling menguatkan, saya yakin PNM mampu melewati setiap proses transformasi dengan baik," ujarnya. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media