Nasional . 07/06/2026, 22:16 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi sulit.
Menurut Prabowo, program tersebut dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.
"Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya," ujar Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu, 7 Juni 2026.
Presiden menjelaskan bahwa seluruh upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah pada akhirnya bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk membuka peluang menuju kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, mewujudkan kesejahteraan rakyat membutuhkan kerja keras dan kolaborasi dari berbagai sektor pembangunan.
"Pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang," kata Prabowo.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara juga menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah pendaftar di SRMP 17 Tabanan telah mencapai sekitar 400 siswa, sementara daya tampung sekolah saat ini baru sekitar 270 siswa.
Melihat tingginya kebutuhan tersebut, Prabowo meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera mencari solusi agar kapasitas sekolah dapat ditingkatkan dan lebih banyak anak memperoleh kesempatan belajar.
"Berarti kita harus tambah secepat mungkin, nanti diusahakan bupati-bupati, kalau tidak ya nanti pemerintah pusat cari lahan. Ya kita upayakan," ujar Prabowo.
Untuk mempercepat realisasi program, Presiden juga meminta Teddy Indra Wijaya selaku Sekretaris Kabinet berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memanfaatkan fasilitas negara yang masih tersedia sebagai solusi sementara hingga pembangunan sekolah permanen dapat diselesaikan.
"Nanti diusahakan bupati-bupati kita. Gimana caranya kreativitas saudara diupayakan. Seskab koordinasi dengan Kementerian Lembaga lain, (kalau ada fasilitas) mungkin kurang dimanfaatkan bisa dipinjam sampai sekolah yang permanen jadi," tutur Prabowo.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana pengembangan Sekolah Rakyat di Bali. Program tersebut ditargetkan hadir secara permanen di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan setiap daerah nantinya diharapkan memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Untuk rencananya (akan dibangun Sekolah Rakyat di) semua kabupaten satu, kota satu," ujar Gus Ipul.
Melalui pengembangan Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media