Pendidikan . 10/06/2026, 23:14 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Sementara itu, program reguler menyediakan kuota 20 mahasiswa sarjana, 15 mahasiswa magister, dan 10 mahasiswa doktoral.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyediakan kuota khusus bagi mahasiswa magister Universitas Al-Azhar Mesir sebanyak 30 orang.
LPPD Jawa Timur juga terus mengembangkan program Ma'had Aly sebagai bagian dari penguatan pendidikan tinggi berbasis pesantren.
Tahun ini terdapat enam Ma'had Aly yang memperoleh kuota masing-masing 20 mahasiswa untuk jenjang Ma’had Ula. Sementara itu, program Ma’had Tsaniyah mendapatkan kuota sebanyak 15 mahasiswa.
Abd Halim Soebahar mengatakan pihaknya juga menyiapkan pengembangan program doktoral khusus Ma'had Aly pada masa mendatang.
Ia mengatakan ke depan akan dibuka program doktoral khusus Ma'had Aly yang diklaim menjadi satu-satunya di Indonesia.
Program beasiswa santri Jawa Timur juga terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi.
Tahun ini, sebanyak 64 perguruan tinggi di Jawa Timur bersama Universitas Al-Azhar terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurut Abd Halim Soebahar, jumlah mitra perguruan tinggi terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.
“Sejak 2019 sampai sekarang sudah 150 perguruan tinggi yang bekerja sama, termasuk Al-Azhar,” katanya.
Pemprov Jatim dan LPPD menerapkan persyaratan khusus bagi peserta yang ingin mengikuti program beasiswa Universitas Al-Azhar Mesir.
Peserta wajib menguasai Kitab Kuning, bahasa Arab, kemampuan keagamaan, serta hafalan Al Quran sesuai jenjang pendidikan yang dipilih.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media