Ekonomi . 11/06/2026, 14:43 WIB

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi Nasional

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

“Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat meyakini, masa depan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh kemajuan desa," ujarnya.

"Karena itu, kami mendukung berbagai program yang mampu memperkuat produktivitas desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” kata Johan.

Sebagai bentuk implementasi, Yayasan JAM bersama APDESI Merah Putih tengah menyiapkan program pengembangan peternakan ayam rakyat yang akan menjangkau 75.266 desa di seluruh Indonesia.

Program tersebut dirancang dengan pembangunan dua kandang ayam produktif di setiap desa. Masing-masing kandang akan menampung 1.000 ekor ayam, sehingga setiap desa memiliki sedikitnya 2.000 ekor ayam yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pangan bergizi.

Tidak hanya di sektor peternakan, Yayasan JAM juga mendorong pembentukan dua koperasi produsen pada setiap desa. Koperasi tersebut diharapkan menjadi penggerak utama aktivitas produksi, distribusi, dan pemasaran hasil usaha masyarakat.

Salah satu koperasi akan difokuskan pada pengembangan komoditas padi dan jagung dengan luas garapan masing-masing hingga 100 hektare. Untuk mendukung program tersebut, Yayasan JAM menyiapkan bantuan biaya tanam sebesar Rp12 juta per hektare serta dukungan penyediaan pupuk bagi petani.

Menurut Johan, skema tersebut disusun untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan kepastian usaha bagi petani melalui pola kemitraan yang berkelanjutan. Melalui koperasi, petani diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pendampingan, serta pasar.

Bangun Ekosistem Ekonomi Desa yang Terintegrasi

Menurut Johan, desa sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Namun, berbagai kendala seperti keterbatasan akses permodalan, teknologi, pendampingan usaha, serta kepastian pasar masih menjadi tantangan utama.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya mendapat arahan dari Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM yang bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mengumpulkan berbagai kalangan yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing, mulai dari ahli pertanian, pakar koperasi, praktisi teknologi informasi, hingga pelaku usaha. Mereka diajak merumuskan model yang mampu menghubungkan potensi desa dengan kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Dari berbagai diskusi tersebut lahir konsep pembangunan ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Melalui konsep yang dikembangkan Yayasan JAM, desa tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga pusat pengelolaan kegiatan ekonomi.

“Sistem ekonomi JAM Center tidak Indonesia tidak mengejar keuntungan. Tetapi juga pemerataan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama," tuturnya.

Dia mengatakan, desa bukan objek bantuan. Melainkan subjek yang menentukan aerah pembangunan berdasarkan karakter lokal.

"Setiap desa menjadi bagian dari jaringan ekonomi nasional yang saling terhubung melalui koperasi, Waroeng Pancasila dan Logistik JAM," katanya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com