fin.co.id - Lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tanjungpinang, Riau terpaksa berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Penghentian aktivitas memasak ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir.
Penyebab utama penutupan sementara ini adalah keterlambatan pencairan dana operasional dapur SPPG dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini tentu berdampak langsung pada pasokan makanan sehat untuk masyarakat sekitar.
"Kita masih menunggu dana operasional SPPG masuk dari BGN, setelah itu baru beroperasi kembali," kata Koordinator SPPG Tanjungpinang, Retno, di Tanjungpinang, Kamis, 11 Juni 2026.
Daftar Dapur SPPG di Tanjungpinang yang Tutup Sementara
Retno memaparkan secara rinci lima lokasi SPPG yang menghentikan aktivitasnya untuk sementara waktu, yaitu:
- SPPG 2 di Tanjungpinang Barat
- SPPG 3 Batu IX
- SPPG Tanjung Ayun Sakti
- SPPG 4 Batu IX
- SPPG di Kelurahan Kampung Bulang
Penghentian sementara ini langsung membawa dampak nyata di lapangan. Pasokan paket makanan bergizi gratis kini terhenti bagi ribuan penerima manfaat yang tinggal di wilayah sekitar lima fasilitas pemenuhan gizi tersebut.
Penjelasan KPPG Terkait Perubahan Sistem di Pusat
Senada dengan Retno, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) untuk wilayah Sumatra Barat, Riau, dan Kepri, Syarti Widya, juga membenarkan kabar penutupan sementara sejumlah fasilitas tersebut. Meski begitu, Syarti tidak memerinci secara detail jumlah unit dapur yang terdampak.
Menurut penjelasan Syarti, kendala operasional ini murni terjadi karena adanya perubahan sistem di tingkat BGN pusat. Masalah ini bukan pembatalan program, melainkan hanya penundaan teknis pengiriman anggaran.
"Khusus untuk SPPG yang dananya belum cair saja. Kalau sudah masuk, SPPG pasti beroperasi lagi," ucap Syarti menenangkan situasi.
Jangkauan Program Makan Bergizi Gratis di Kepulauan Riau
Walaupun saat ini ada kendala di beberapa titik, skala program jaminan gizi ini sebenarnya sangat masif. Syarti menambahkan informasi bahwa hingga Mei 2026, pihak KPPG mencatat sudah ada 232 SPPG yang telah beroperasi aktif.
Ratusan unit dapur umum tersebut tersebar luas di tujuh kabupaten/kota di seluruh wilayah Provinsi Kepri. Hingga saat ini, program tersebut menyasar total penerima manfaat yang fantastis, yaitu sebanyak 540.254 orang.
Jutaan porsi makanan sehat ini menyasar kelompok prioritas yang terdiri atas para peserta didik di sekolah, serta kelompok rentan yang masuk dalam kategori Kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak balita.