fin.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat proses penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur agar dapat diselesaikan sesuai target pada Juni 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak terkait guna memastikan pekerjaan berjalan lancar dan tepat waktu.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Sofiatun, mengatakan percepatan dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari pelaksanaan konstruksi hingga pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
"Kami sangat optimistis untuk menyelesaikan penataan jalan. Kami lakukan berbagai percepatan dari berbagai sisi. Koordinasi juga dilaksanakan secara intensif," kata Sofiatun dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, proyek penataan jalan yang membentang lebih dari 3,8 kilometer tersebut dibagi ke dalam enam segmen pekerjaan. Selain itu, jumlah tenaga kerja ditambah, kesiapan peralatan dipastikan optimal, dan kebutuhan material terus dijaga agar proses konstruksi tidak mengalami hambatan.
Menurut Sofiatun, pengaturan lalu lintas menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan proyek tersebut. Karena itu, koordinasi dilakukan secara berkelanjutan dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan kepolisian guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
"Kemudian, dari segi traffic, butuh koordinasi yang intensif dengan instansi terkait, dari Dinas Perhubungan DKI, kepolisian, agar masyarakat tidak banyak terganggu. Perlu ada pengaturan lalu lintas yang dinamis," ujar Sofiatun.
Awalnya, proyek penataan Jalan HR Rasuna Said dijadwalkan selesai pada September 2026. Namun, pemerintah memutuskan mempercepat pengerjaan sehingga ditargetkan tuntas sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Penataan kawasan tersebut dilakukan karena kondisi jalan dinilai membutuhkan perbaikan menyeluruh. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengintegrasikan jalur lambat dan jalur cepat untuk mengurangi antrean kendaraan yang kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.
"Ada separator, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Itu antrean kendaraan juga panjang. Jadi, bagaimana menyatukan jalan ini agar masyarakat lebih leluasa, bisa melintasi Jalan Rasuna Said. Kemudian, penataan area trotoar untuk memberikan kenyamanan seluruh pejalan kaki," tutur Sofiatun.
Selain pembenahan jalur kendaraan, proyek tersebut juga mencakup penyesuaian geometrik jalan guna meningkatkan kelancaran arus lalu lintas. Pemerintah juga membangun halte baru sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi publik yang terintegrasi.
Di sisi lain, pembaruan fasilitas pendukung turut dilakukan, termasuk penggantian tiang penerangan jalan umum dengan desain yang lebih modern. Pemprov DKI juga membongkar tiang monorel yang berada di koridor Jalan Rasuna Said serta melakukan perbaikan saluran air, taman kota, penerangan jalan, dan berbagai perlengkapan jalan lainnya.
Untuk mendukung keseluruhan pekerjaan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sekitar Rp102 miliar guna melakukan penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara menyeluruh.