fin.co.id - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengajak seluruh lapisan masyarakat yang saat ini masih menyimpan mata uang dolar AS untuk segera menukarkannya ke rupiah. Langkah nyata ini bertujuan agar posisi mata uang nasional kita bisa menguat di pasar keuangan.
Dasco mengungkapkan bahwa pihak eksekutif sudah menyiapkan beragam taktik jitu untuk mendongkrak keperkasaan mata uang lokal. Oleh karena itu, ia mengimbau publik agar melepas simpanan valuta asing mereka saat ini juga, sebelum nilainya mengalami penurunan dalam waktu dekat.
"Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Sentimen Positif Pasar dan Kepercayaan Publik
Menurut Dasco, kondisi mata uang domestik beserta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali merangkak naik terjadi karena tingkat kepercayaan pelaku pasar kepada pemerintah saat ini terus meningkat. Faktor internal ini memberikan dampak instan yang positif bagi stabilitas sektor keuangan tanah air.
“Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar akan, dan saya yakini akan membuat nilai tukar atau rupiah menguat,” tambah politisi DPR tersebut.
Sebagai informasi, data perdagangan pada Kamis pagi memperlihatkan mata uang rupiah bergerak menguat tipis sebanyak tiga poin atau sekitar 0,02 persen ke posisi Rp17.941 per dolar AS. Angka ini mencatatkan kemajuan jika kita bandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya yang bertengger di level Rp17.944 per dolar AS. Bahkan jika menengok ke belakang, mata uang negeri paman sam tersebut sempat menyentuh level tertinggi di atas Rp18.000.
Redanya Kekhawatiran Prospek Fiskal Jadi Angin Segar
Melihat dinamika ini, Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai bahwa apresiasi mata uang nasional sejalan dengan berkurangnya kecemasan publik terhadap kondisi keuangan negara.
“Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mereda seiring pelemahan harga minyak global, sementara keputusan pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM (bahan bakar minyak) Pertamax turut mengurangi tekanan terhadap keseimbangan fiskal,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Josua menambahkan bahwa perkembangan positif tersebut berhasil memperkuat ekspektasi bahwa defisit anggaran negara akan jauh lebih terkendali. Alhasil, situasi ini memberikan suntikan energi serta dukungan moral yang kuat bagi stabilitas nilai tukar rupiah maupun pergerakan pasar obligasi domestik.