fin.co.id - Harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi biaya hidup masyarakat dan aktivitas ekonomi di berbagai negara.
Di kawasan Asia Tenggara, harga bensin menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok antara satu negara dengan negara lainnya, dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, pajak, nilai tukar mata uang, hingga struktur pasar energi masing-masing negara.
Berdasarkan data terbaru tahun 2026, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand memiliki rentang harga BBM yang sangat beragam.
Ada negara yang masih memberikan subsidi besar kepada masyarakat, sementara negara lain menerapkan mekanisme harga pasar yang membuat harga bensin jauh lebih mahal.
Indonesia: Pertalite Masih Jadi BBM Termurah
Di Indonesia, harga BBM masih didominasi oleh produk yang dipasarkan oleh Pertamina. Kehadiran subsidi pemerintah membuat Pertalite tetap menjadi salah satu bahan bakar dengan harga paling terjangkau bagi masyarakat.
Berikut harga BBM jenis bensin di Indonesia per liter:
Pertamina
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp16.250
- Pertamax Green 95: Rp17.000
- Pertamax Turbo: Rp20.750
BP
- BP Ultimate (RON 95): Rp17.250
Vivo
- Revvo 92: Rp12.390
Jika dibandingkan dengan negara tetangga, Pertalite masih menjadi salah satu bensin termurah di kawasan Asia Tenggara berkat dukungan subsidi pemerintah.