Diduga Gegara Bakar Sampah, Lahan 20 Hektare Ludes Terbakar

news.fin.co.id - 14/06/2026, 19:12 WIB

Diduga Gegara Bakar Sampah, Lahan 20 Hektare Ludes Terbakar

Kebakaran lahan melanda wilayah Desa Eimau dan Desa Eilode, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

fin.co.id – Kebakaran lahan melanda wilayah Desa Eimau dan Desa Eilode, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 20 hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kebakaran mulai terjadi sejak Kamis, 11 Juni 2026.

"Lahan seluas 20 hektare yang berada di Desa Eimau dan Eilode Kecamatan Sabu Tengah, terbakar sejak Kamis," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu, 14 Juni 2026.

Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Sabu Raijua bersama tim gabungan, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang kemudian menyebar akibat tiupan angin.

Advertisement

"Hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Sabu Raijua dan tim gabungan mengungkap penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah, terbawa angin sehingga menyebar dan memicu kebakaran," ujarnya.

Meski sempat meluas, BNPB memastikan kebakaran tersebut kini telah berhasil dikendalikan. Personel gabungan yang diterjunkan ke lokasi berhasil memadamkan api sehingga situasi kembali aman.

"BPBD melaporkan api berhasil dipadamkan dan situasi telah kondusif," pungkasnya.

Menanggapi kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama saat terjadi hujan deras dengan durasi yang cukup lama.

"Saat terjadi hujan deras dalam durasi lebih dari satu jam, masyarakat diharapkan berlindung di lokasi yang aman dan memperhatikan wilayah sekitar apabila terdapat tanda-tanda alam yang dapat berpotensi menjadi bencana turunan, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor," ujarnya.

BNPB juga memberikan imbauan terkait potensi angin kencang. Warga disarankan tetap berada di dalam bangunan yang aman apabila cuaca ekstrem terjadi. Jika berada di luar ruangan, masyarakat diminta segera mencari tempat perlindungan dan menjauhi pohon besar, baliho, maupun bangunan semi permanen yang berpotensi roboh.

Khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan, BNPB mengingatkan agar tidak membakar sampah di area yang kering. Selain itu, masyarakat harus memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang berpotensi memicu kebakaran baru.

"Bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait agar melakukan penguatan personel dan peralatan serta rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sesuai dengan potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing," pungkasnya.

Advertisement


Cahyono/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID