Megapolitan . 15/06/2026, 17:50 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Ketegangan sempat terjadi antara mahasiswa dan aparat kepolisian dalam aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juni 2026. Insiden bermula saat peserta aksi berupaya membakar ban di lokasi demonstrasi.
Berdasarkan pantauan Disway Group sekitar pukul 16.40 WIB, massa dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBK berencana menyalakan ban tepat di depan pagar blokade yang dijaga aparat kepolisian.
Namun, upaya tersebut dicegah oleh petugas keamanan. Salah seorang anggota kepolisian kemudian mengambil ban yang dibawa massa dan melemparkannya ke area belakang pagar pengamanan.
Tindakan tersebut memicu protes dari mahasiswa UBK dan Universitas MH Thamrin yang berada di lokasi. Suasana sempat memanas ketika peserta aksi mempertanyakan tindakan aparat yang melarang pembakaran ban.
Polisi menjelaskan bahwa peserta aksi tidak diperkenankan membawa maupun menggunakan bahan bakar selama kegiatan demonstrasi berlangsung demi alasan keamanan.
Situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas. Meski demikian, koordinator lapangan dan orator terus mengimbau peserta aksi untuk tetap tenang.
"Teman-teman jangan terprovokasi," seru orator.
Ketegangan perlahan mereda setelah aparat menjauh dari pusat kerumunan massa dan komunikasi kembali dilakukan secara persuasif.
Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, termasuk meminta Presiden Prabowo Subianto menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Salah seorang orator dari Universitas MH Thamrin menilai program MBG tidak memberikan manfaat yang merata kepada masyarakat kecil. Ia juga mengkritik penggunaan anggaran negara dalam pelaksanaan program tersebut.
"MBG dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), kami meyakini bahwa adanya MBG itu tidak berpihak kepada rakyat. Maka kami melihat adanya perputaran ekonomi dari APBN hanya kelas menengah," kata orator dari atas mobil komando.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa dari BEM UBK sempat mencoba mendekati kawasan Istana Presiden dengan menerobos blokade aparat di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Pantauan Disway.id menunjukkan massa tiba di lokasi sekitar pukul 14.41 WIB menggunakan satu mobil komando. Mereka berusaha melewati barikade puluhan polisi yang berjaga di sekitar gedung Bank Syariah Indonesia (BSI).
Aksi tersebut sempat memicu ketegangan antara kedua pihak. Adu argumen, lemparan botol plastik, hingga aksi saling dorong terjadi sebelum aparat melakukan negosiasi dengan peserta aksi.
Meski petugas meminta massa tidak memaksa menembus pengamanan, orator terus membakar semangat peserta demonstrasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media