Megapolitan . 15/06/2026, 17:43 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juni 2026, menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.
Dalam aksi tersebut, salah satu orator dari Universitas MH Thamrin menilai program MBG belum memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kecil. Menurutnya, anggaran negara yang digelontorkan melalui program tersebut justru lebih banyak dinikmati kelompok tertentu.
"MBG kami meyakini bahwa adanya MBG itu tidak berpihak kepada rakyat. Maka kami melihat adanya perputaran ekonomi dari APBN hanya kelas menengah," kata orator dari atas mobil komando.
Ia juga menuding pelaksanaan program tersebut lebih menguntungkan kalangan vendor dibanding masyarakat yang menjadi sasaran utama.
"Iitu kelas menengah hanyalah daripada para vendor-vendor yang diuntungkan dari APBN," cetusnya.
Sebelumnya, massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBK sempat berupaya mendekati kawasan Istana Presiden saat melakukan aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Berdasarkan pantauan Disway.id, rombongan mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 14.41 WIB dengan membawa satu unit mobil komando. Setibanya di lokasi, mereka mencoba menembus barikade aparat kepolisian yang berjaga di sekitar gedung Bank Syariah Indonesia (BSI).
Situasi sempat memanas ketika terjadi adu argumentasi antara mahasiswa dan petugas keamanan. Beberapa peserta aksi terlihat melempar botol plastik serta menyiramkan air mineral ke arah depan barisan.
Dorong-dorongan antara massa dan aparat juga tidak dapat dihindari. Polisi kemudian berupaya melakukan pendekatan persuasif dan meminta peserta aksi tidak memaksa melewati blokade yang telah dipasang.
Meski demikian, orator terus membakar semangat massa agar tetap maju mendekati area yang dijaga petugas.
"Tabrak!" seru salah satu massa aksi dari atas mokom.
Setelah dilakukan negosiasi, aparat akhirnya memberikan akses bagi massa untuk bergerak hingga batas pagar besi pengamanan yang telah dipasang sejak siang hari.
Sebelum tiba di Medan Merdeka Selatan, rombongan mahasiswa yang bergerak dari kawasan Cikini juga sempat dihentikan petugas di sekitar Tugu Tani. Polisi meminta peserta aksi tidak memenuhi seluruh badan jalan agar arus kendaraan tetap dapat melintas.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa UBK membawa empat tuntutan utama, yakni menghentikan kenaikan harga BBM dan bahan pokok, memperbaiki pelemahan nilai tukar rupiah, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, dan mencabut Undang-Undang Kepolisian.
Selain itu, mereka juga mengusung tagar #TataUlangIndonesia sebagai simbol perlawanan terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media