Prabowo Ajak Jerman Perbesar Investasi, Bidik Energi hingga Industri Semikonduktor

news.fin.co.id - 15/06/2026, 15:55 WIB

Prabowo Ajak Jerman Perbesar Investasi, Bidik Energi hingga Industri Semikonduktor

Presiden Prabowo Subianto mengundang Jerman untuk memperluas investasi di berbagai sektor strategis Indonesia, mulai dari transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, hingga pengembangan industri semikonduktor.

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengundang Jerman untuk memperluas investasi di berbagai sektor strategis Indonesia, mulai dari transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, hingga pengembangan industri semikonduktor. Ajakan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Negara, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia membuka peluang yang lebih luas bagi investor Jerman untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional dan proyek-proyek strategis pemerintah.

"Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia, contoh di bidang transisi energi, di bidang hilirisasi industri, di bidang kendaraan karena kita akan menuju kepada kendaraan listrik, serta pengembangan industri semi-konduktor," kata Prabowo.

Selain sektor energi dan industri teknologi, Presiden juga mengajak Jerman untuk terlibat dalam pengembangan rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang yang menjadi salah satu kekuatan sumber daya Indonesia.

Advertisement

Pemerintah Indonesia juga membuka peluang kerja sama di bidang pembangunan infrastruktur yang dinilai memiliki prospek besar bagi investor asing.

"Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, juga dalam pengembangan infrastruktur kita. Setelah itu kami menyambut baik program partnering and business with Germany yang ditujukan untuk program UMKM," ujarnya.

Prabowo mengatakan Indonesia dan Jerman memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan, termasuk memperbesar volume perdagangan dan investasi kedua negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyoroti pentingnya hubungan Indonesia dengan kawasan Eropa. Ia berharap perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera mencapai kesepakatan substantif.

"Saya menekankan pentingnya hubungan Indonesia dan Eropa, dan kami berharap perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA bisa mencapai kesimpulan substantif," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.20 WIB dan disambut langsung oleh Presiden Prabowo di halaman istana.

Kedua kepala negara tampak berjabat tangan sebelum mengikuti prosesi penyambutan kenegaraan yang berlangsung meriah. Upacara diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia dan Jerman, dentuman meriam kehormatan, serta parade pasukan jajar kehormatan.

Sejumlah pelajar yang membawa bendera kedua negara juga turut menyemarakkan penyambutan kunjungan kenegaraan Presiden Jerman tersebut.

Pertemuan Prabowo dan Steinmeier menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Jerman, khususnya di bidang investasi, perdagangan, teknologi, energi hijau, dan pengembangan industri masa depan.

Advertisement

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID