Ringkasan :
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara agresif mengusulkan penambahan anggaran fantastis Rp 40,75 triliun untuk tahun anggaran 2027.
- Proposal ini diajukan menyusul pagu indikatif awal sebesar Rp 58,24 triliun yang dinilai belum cukup memenuhi berbagai program prioritas dan peningkatan kesejahteraan guru.
- Fokus utama penambahan dana adalah untuk mendukung revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan tunjangan guru non-ASN dan ASN daerah.
Wah, kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan kita, nih!
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, ternyata sedang gencar mengajukan tambahan anggaran yang jumlahnya bikin geleng-geleng kepala, mencapai Rp 40,75 triliun!
Angka ini diajukan untuk memperkuat anggaran di tahun 2027 mendatang.
Alokasi Dana Awal Diperdebatkan
Sebelum melompat ke angka tambahan yang fantastis itu, mari kita lihat dulu pagu indikatif awal yang diterima Kemendikdasmen.
Mu’ti sendiri yang membeberkan, Kemendikdasmen memperoleh pagu indikatif sebesar Rp 58,24 triliun.
Angka ini, menurut beliau, didapat berdasarkan surat bersama dari Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.
Dari total pagu awal tersebut, sebagian besar, yaitu Rp 55,5 triliun, dialokasikan untuk program prioritas nasional.
Sisanya, sebesar Rp 2,69 triliun, diperuntukkan bagi belanja wajib seperti gaji pegawai dan operasional rutin kementerian.
Tapi, apakah angka Rp 58,24 triliun itu sudah cukup? Ternyata, Pak Mu’ti merasa belum.
Program Prioritas
Terus, apa saja sih program prioritas nasional yang akan ditopang oleh dana Rp 55,5 triliun itu?
Banyak banget, lho!