fin.co.id - Gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 menjadi berkah bagi sejumlah pelaku usaha kuliner, termasuk pedagang kerak telor. Makanan khas Betawi tersebut masih menjadi salah satu favorit pengunjung dan mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap harinya.
Salah seorang pedagang kerak telor, Aweng (34), mengaku mampu melayani ratusan pembeli terutama saat akhir pekan. Ketika ditemui di area Jakarta Fair Kemayoran pada Rabu, 17 Juni 2026 sore, ia tampak sibuk menyiapkan pesanan yang terus berdatangan.
Aweng menjelaskan, harga kerak telor yang dijual di lapaknya disesuaikan dengan jenis telur yang digunakan. Untuk varian telur ayam dibanderol Rp30 ribu per porsi, sedangkan varian telur bebek dijual Rp35 ribu.
"Harganya kalau sekarang Rp30 ribu, Rp35 ribu," kata pria asal Buncit, Jakarta Selatan ini.
Menurut Aweng, penjualan pada akhir pekan jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Dalam sehari, ia dapat menjual hingga sekitar 100 porsi kerak telor kepada pengunjung yang datang ke arena pameran.
Dengan jumlah penjualan tersebut, omzet yang diperoleh dalam sehari saat akhir pekan bisa mencapai jutaan rupiah.
"Omzetnya ya Alhamdulillah kalau PRJ," ujarnya.
Meski demikian, Aweng mengaku mendengar sejumlah keluhan dari pelaku UMKM lain yang berjualan di lokasi yang kurang strategis. Beberapa pedagang disebut mengalami penurunan jumlah pembeli karena posisi lapaknya berada di area yang relatif jauh dari jalur utama pengunjung.
Menurutnya, sebagian besar lapak yang berada di bagian pojok kawasan Gambir Expo ditempati oleh pedagang yang baru pertama kali mengikuti Jakarta Fair.
Sementara itu, pedagang yang telah lama berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut umumnya memperoleh lokasi berjualan yang lebih strategis karena telah menjadi peserta tetap selama bertahun-tahun.
"Kalau yang di pojok-pojok biasanya kerak telor yang baru-baru. Kalau saya kan tiap tahun di sini ya Alhamdulillah," ucapnya.
Sebagai informasi, Jakarta Fair Kemayoran 2026 merupakan penyelenggaraan ke-57 dari pameran multiproduk terbesar di kawasan Asia Tenggara. Acara ini berlangsung selama 32 hari, mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026.
Tahun ini jumlah peserta mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Sebanyak 2.800 peserta turut meramaikan pameran dengan total 1.800 stan yang tersedia. Komposisinya terdiri dari sekitar 55 persen pelaku usaha swasta dan 45 persen pelaku UMKM.
Cahyono/Disway