fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan proses rekrutmen program padat karya yang membuka 2.843 lowongan kerja dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik orang dalam (ordal).
Menurut Pramono, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring tanpa adanya interaksi langsung antara pelamar dan petugas. Dengan sistem yang terbuka, masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya seleksi.
"Karena semua sistemnya sangat terbuka. Enggak mungkin ordal. Karena sistemnya terbuka dan orang bisa melihat, mengontrol untuk itu. Enggak ada interaksi sama sekali," kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026.
Program padat karya tersebut memberikan upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, yakni sekitar Rp5,7 juta per bulan. Adapun syarat utama bagi pelamar adalah memiliki KTP DKI Jakarta dan berusia maksimal 59 tahun.
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan program tersebut menjadi wujud komitmen Pramono Anung dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus membantu masyarakat yang terdampak tekanan ekonomi.
"Pak Gubernur Pramono Anung sangat peduli dengan kondisi masyarakat kita. Melalui Program Padat Karya, kita tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga memastikan bantuan ini benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan, sehingga dapat membantu mengurangi pengangguran dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat kelurahan dan RW," ujar Chico.
Ia menjelaskan, sejumlah organisasi perangkat daerah seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta Dinas Sumber Daya Air akan melakukan verifikasi data calon peserta sebelum hasil seleksi diumumkan melalui platform resmi Program Padat Karya.
Selain itu, pemerintah kota dan kabupaten administrasi di Jakarta juga terus menggencarkan sosialisasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, RT, dan RW agar informasi program dapat menjangkau seluruh masyarakat yang menjadi sasaran.
"Pemkot dan Pemkab Administrasi sedang mengoptimalkan sosialisasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, sampai RT/RW agar informasi ini menjangkau seluruh masyarakat sasaran," jelasnya.
Di sisi lain, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta memastikan pengelolaan platform pendaftaran berjalan lancar, sekaligus melakukan pemantauan dan klarifikasi terhadap informasi yang tidak benar.
Program padat karya ini akan melibatkan warga dalam berbagai kegiatan pelayanan publik, mulai dari sektor sosial, kesehatan, pendidikan, kebersihan hingga perbaikan infrastruktur lingkungan.
"Kami mengajak seluruh warga Jakarta untuk mendukung program ini. Bersama-sama, kita bangun Jakarta yang lebih kuat dan inklusif," tutur Chico.
Masyarakat yang ingin mendaftar dapat mengakses laman resmi Program Padat Karya Pemprov DKI Jakarta melalui situs www.jakarta.go.id/padat-karya.
Cahyono/Disway