Pengamat: Wajar PKB Gelisah, Posisi Fleksibel PDIP Berpotensi Perkuat Daya Tawar Politik

news.fin.co.id - 21/06/2026, 11:50 WIB

Pengamat: Wajar PKB Gelisah, Posisi Fleksibel PDIP Berpotensi Perkuat Daya Tawar Politik

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengumumkan daftar nominasi untuk ajang penghargaan PKB Rising Changemaker Award 2025. Foto: Antara

fin.co.id - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago menilai, desakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperjelas sikap terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak terlepas dari pertimbangan politik menuju Pemilu 2029.

Menurut Arifki, posisi politik yang saat ini ditempati PDIP memberikan keuntungan tersendiri. Di satu sisi, partai berlambang banteng itu dapat menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang menuai penolakan publik. Namun di sisi lain, hubungan komunikasi dengan pemerintah tetap berjalan dengan baik.

“Posisi seperti ini membuat PDIP memiliki ruang gerak politik yang lebih fleksibel dibandingkan partai-partai yang sudah berada di dalam kabinet. Ketika ada kebijakan yang tidak populer, PDIP bisa mengambil jarak. Tetapi ketika ada momentum politik yang menguntungkan, PDIP tetap memiliki akses komunikasi dengan pemerintah,” ujar Arifki dikutip, Minggu, 21 Juni 2026.

Ia menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi PDIP untuk meraih dukungan dari kelompok masyarakat yang bersikap kritis terhadap pemerintah. Sementara itu, partai-partai yang berada di dalam koalisi harus ikut menanggung konsekuensi politik atas berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Advertisement

Menurut Arifki, apabila posisi politik yang fleksibel itu terus dipertahankan, maka nilai tawar PDIP dalam konstelasi politik nasional akan semakin kuat.

“Posisi tawar PDIP berpotensi semakin mahal karena tetap menjadi faktor yang diperhitungkan baik oleh pemerintah maupun partai-partai koalisi. Situasi ini tentu membuat partai-partai yang sudah berada di dalam pemerintahan harus terus menghitung berbagai kemungkinan perubahan peta politik ke depan,” katanya.

Lebih jauh, Arifki melihat pernyataan PKB tidak semata-mata berkaitan dengan permintaan agar PDIP segera menentukan posisi politiknya. Ia menilai sikap tersebut juga mencerminkan kekhawatiran sebagian partai koalisi terhadap meningkatnya pengaruh politik PDIP yang meski berada di luar pemerintahan, tetap memiliki akses komunikasi dan daya pengaruh dalam dinamika nasional.

“Karena itu, kegelisahan yang muncul dari partai-partai koalisi merupakan hal yang wajar. Mereka tentu melihat bahwa semakin lama PDIP berada dalam posisi yang fleksibel, semakin besar pula peluang partai tersebut memperkuat daya tawarnya menjelang kontestasi politik mendatang,” tutupnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID