fin.co.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membangun sektor pedesaan di Indonesia. UGM resmi melepas sebanyak 8.178 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026.
Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat di Lapangan Pancasila UGM pada Jumat (19/6) menandai awal perjalanan pengabdian generasi muda ini di tengah masyarakat selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.
Ribuan mahasiswa tersebut akan tersebar ke 298 unit lokasi yang mencakup 274 kecamatan, 132 kabupaten/kota, di 32 provinsi seluruh Indonesia. Selama menjalankan program kerja, mereka mendapatkan bimbingan dari 324 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta Koordinator Wilayah (Korwil).
Tidak hanya itu, 199 mitra dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, sektor industri, organisasi masyarakat, hingga jejaring alumni UGM ikut menyokong penuh program ini.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum perkuliahan, melainkan ruang belajar sekaligus wadah kontribusi nyata.
“Acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi wadah pemersatu semangat dan komitmen untuk membangun bangsa melalui pemberdayaan masyarakat. Selama kurang lebih 50 hari, mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan belajar langsung dari masyarakat,” ujar Ova.
Rektor juga mengingatkan seluruh peserta untuk selalu menjaga kesehatan, keselamatan pribadi, serta menjaga nama baik almamater di lokasi penempatan masing-masing.
“Saya yakin kalian akan melaksanakan berbagai program yang mampu menjawab persoalan masyarakat dan membawa perubahan positif, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah untuk Agenda Industrialisasi Pedesaan
Acara penerjunan ini juga mendapat apresiasi langsung dari pemerintah pusat. Wakil Menter Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, S.S., M.A., yang turut hadir di lokasi, memuji konsistensi UGM dalam merawat hubungan harmonis antara dunia akademik dan masyarakat luas melalui KKN. Faisol menilai kaum intelektual muda memiliki posisi strategis untuk mendukung agenda industrialisasi desa yang sedang digenjot pemerintah.
“Desa memiliki potensi besar, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun jaringan sosial. Namun potensi tersebut harus dirajut menjadi kekuatan ekonomi yang produktif melalui industri. Saya berharap mahasiswa KKN UGM dapat memberikan ide, inovasi, dan kontribusi nyata untuk mengembangkan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di berbagai daerah,” ungkap Faisol Riza.
Senada dengan hal itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa KKN-PPM merupakan wujud sahih dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini menjadi sarana efektif bagi mahasiswa untuk bersentuhan langsung dengan realitas sosial.
“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan otentik untuk belajar dari masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu membangun empati sosial, menghadirkan solusi bersama masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” urai Arie Sudjito.
Fokus Hadapi Perubahan Iklim Hingga Penjelajahan Wilayah 3T
Pada periode kali ini, KKN-PPM UGM mengusung tema besar “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim melalui KKN-PPM UGM”.