fin.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi memberikan pendampingan kepada seorang balita yang mengalami kesalahan pemberian vaksin di salah satu puskesmas. Insiden tersebut sempat membuat pasien harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan membaik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan dan pendampingan terhadap pasien maupun keluarga setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Menurut Satia, hasil penelusuran awal menunjukkan insiden itu dipicu oleh kesalahpahaman dalam proses pelayanan kesehatan.
“Betul, ada miskomunikasi dan kami sudah melakukan pendampingan di RS Hermina sejak kemarin,” ujar Satia di Bekasi, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia memastikan kondisi balita tersebut kini telah berangsur pulih setelah mendapatkan perawatan medis. Pasien juga sudah diperbolehkan pulang dan kembali beraktivitas bersama keluarga.
“Pasien sudah pulih, sehat, dan telah kembali ke rumah,” katanya.
Terkait biaya pengobatan selama menjalani perawatan, Satia menjelaskan seluruh kebutuhan medis ditanggung melalui asuransi yang dimiliki keluarga pasien. Namun, Pemerintah Kota Bekasi siap memberikan dukungan apabila terdapat biaya yang tidak tercakup dalam perlindungan asuransi.
“Karena pasien memiliki asuransi, maka dibayar dari asuransi pekerjaannya. Tetapi apabila tidak ter-cover, Pemerintah Kota Bekasi siap menanggung. Pembayaran klaim rumah sakit tidak bisa dilakukan secara ganda,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, Dinkes Kota Bekasi juga mengambil langkah administratif terhadap tenaga kesehatan yang terlibat. Petugas bersangkutan untuk sementara waktu tidak diperkenankan memberikan pelayanan kesehatan dan akan menjalani proses pembinaan.
“Nakes yang bersangkutan kami tarik ke dinas untuk dilakukan pembinaan dan dilarang melakukan pelayanan kesehatan sementara waktu,” tegas Satia.
Ia menambahkan, kasus ini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh tenaga kesehatan di Kota Bekasi agar lebih cermat dalam menjalankan prosedur pelayanan, terutama yang berkaitan dengan pemberian vaksin dan obat kepada pasien.
“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi seluruh nakes di Kota Bekasi,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama serta mendorong peningkatan standar pelayanan kesehatan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Dimas Rafi/Disway