fin.co.id - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang caddy golf di Kota Tangerang, Banten, masih terus didalami oleh kepolisian. Belakangan muncul kabar di media sosial yang menyebut korban memiliki hubungan pribadi dengan terduga pelaku, namun polisi belum dapat memastikan informasi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut.
"Belum ada perkembangan lagi. Mohon waktu ya," ujar Iwan saat dikonfirmasi, Jumat, 26 Juni 2026.
Ia membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Lapangan Golf Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, pada Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 19.51 WIB.
"Benar adanya dugaan tindakan penganiayaan di lapangan golf kota tangerang," kata Iwan.
Menurutnya, korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis di salah satu rumah sakit di wilayah Tangerang. Polisi juga telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, mulai dari pemeriksaan korban dan saksi, pelaksanaan visum, penyitaan barang bukti, hingga analisis rekaman CCTV.
"Sudah ada upaya dari kepolisian dari menerima laporan, memeriksa saksi dan korban, melakukan visum terhadap korban, dan menyita barang Bukti dan mendalami rekaman CCTV," urainya.
Iwan menegaskan bahwa identitas terduga pelaku masih dalam proses penyelidikan.
"Untuk terduga pelaku masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman oleh tim reskrim," sambungnya.
Sebelumnya, publik dikejutkan dengan beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap seorang perempuan yang bekerja sebagai caddy golf. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria diduga melakukan tindakan kekerasan hingga korban terjatuh di area lapangan golf.
Video tersebut kemudian menyebar luas dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Di tengah viralnya rekaman itu, muncul pula berbagai spekulasi di media sosial terkait identitas pelaku maupun hubungan antara korban dan terlapor.
Namun, polisi belum membenarkan informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak tertentu maupun kabar yang beredar di media sosial.
Iwan sebelumnya menyebut, berdasarkan pemeriksaan awal, insiden tersebut diduga bermula dari persoalan pribadi antara korban dan terlapor yang disebut memiliki hubungan khusus.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami sejumlah luka, di antaranya luka robek di bagian kepala serta memar pada area kening, pipi, dan bibir.
Untuk mendukung proses penyidikan, korban telah menjalani pemeriksaan medis dan visum et repertum. Polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV yang menjadi salah satu alat bukti penting dalam perkara tersebut.