BREAKING! Ancaman Kudeta Guncang Rusia, Eks Komandan Ultimatum Putin: Tentara Siap Arahkan Senjata ke Kremlin

news.fin.co.id - 27/06/2026, 18:20 WIB

BREAKING! Ancaman Kudeta Guncang Rusia, Eks Komandan Ultimatum Putin: Tentara Siap Arahkan Senjata ke Kremlin

Presiden Rusia Vladimir Putin

Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022, konflik berubah menjadi perang berkepanjangan yang menguras sumber daya militer maupun ekonomi Moskow.

Harapan Rusia untuk menyelesaikan operasi dalam waktu singkat tidak pernah terwujud. Sebaliknya, ribuan personel harus menjalani rotasi penugasan berkali-kali di garis depan.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai persoalan baru, mulai dari kelelahan fisik, tekanan psikologis, hingga meningkatnya kebutuhan logistik militer.

Beberapa blogger militer Rusia serta media independen sebelumnya juga pernah mengangkat berbagai kritik mengenai sistem komando, perlengkapan tempur, hingga tingginya risiko operasi yang dijalankan pasukan.

Namun berbagai laporan tersebut juga sulit diverifikasi secara independen karena pembatasan informasi selama perang masih sangat ketat.

Pengamat militer menilai moral prajurit menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam perang yang berlangsung lama.

Selain kekuatan persenjataan, keberhasilan sebuah operasi militer juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan pasukan terhadap pemimpinnya.

Dalam situasi seperti itu, setiap sinyal ketidakpuasan dari kalangan militer, termasuk yang disampaikan Alexander Lunin, otomatis memperoleh perhatian luas meskipun belum tentu mencerminkan sikap keseluruhan angkatan bersenjata Rusia.

Apakah Ancaman Ini Bisa Berujung Kudeta?

Meski ancaman terhadap Kremlin terdengar serius, banyak analis menilai peluang terjadinya pemberontakan berskala besar masih relatif kecil.

Alasannya, Rusia memiliki sistem keamanan yang berlapis.

Selain angkatan bersenjata reguler, Kremlin juga didukung oleh Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya), badan intelijen, aparat keamanan federal, hingga berbagai institusi lain yang memiliki rantai komando berbeda.

Struktur tersebut memang dirancang agar tidak ada satu kelompok bersenjata yang memiliki kekuatan dominan untuk melakukan kudeta.

Karena itulah, hingga saat ini pemerintahan Vladimir Putin dinilai masih memiliki kontrol yang kuat terhadap institusi keamanan negara.

Tekanan Ekonomi dan Korban Perang Terus Bertambah

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Pimred FIN.CO.ID