fin.co.id - Polemik mengenai prosesi adat yang dijalani Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menerima gelar kehormatan adat Lampung mendapat tanggapan santai dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai berlambang banteng moncong putih itu menilai ritual menginjak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi tidak memiliki kaitan apa pun dengan simbol partai.
Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun mengatakan, pihaknya tidak melihat alasan untuk ikut memperdebatkan prosesi adat tersebut. Menurutnya, simbol yang digunakan dalam ritual itu adalah kepala kerbau, bukan kepala banteng yang menjadi identitas partainya.
"Kalau itu kepala kerbau, ya tidak ada kaitannya dengan kami. PDI Perjuangan kan simbolnya kepala banteng. Jadi yang paling tepat menjelaskan makna dari prosesi itu tentu Pak Jokowi sendiri," ujar Komarudin kepada wartawan, Senin, 29 Juni 2026.
Komarudin juga menegaskan bahwa Joko Widodo saat ini bukan lagi bagian dari PDI Perjuangan. Karena itu, ia menilai aktivitas maupun keputusan politik Jokowi merupakan tanggung jawab pribadi yang tidak perlu dikomentari lebih jauh oleh partainya.
"Bagi saya, Pak Jokowi adalah bagian dari masa lalu PDI Perjuangan. Apa pun aktivitas beliau sekarang, kami tidak dalam posisi untuk memberikan penilaian karena beliau bukan lagi bagian dari partai," katanya.
Politikus senior PDIP itu bahkan menanggapi isu yang berkembang dengan nada bercanda. Menurutnya, partainya baru akan merasa perlu memberikan respons apabila simbol yang digunakan dalam ritual tersebut adalah kepala banteng.
"Kalau yang diinjak kepala banteng, mungkin ceritanya lain. Tapi ini kepala kerbau, bukan kepala banteng, jadi tidak ada alasan bagi PDI Perjuangan untuk ikut berpolemik," ujarnya sambil tersenyum.
Pernyataan Komarudin merespons perbincangan publik terkait prosesi adat yang dijalani Joko Widodo di Kedaton Keagungan Lampung pada Sabtu (27/6/2026). Dalam rangkaian pemberian gelar kehormatan adat tersebut, Jokowi terlihat menjalani ritual dengan meletakkan kaki di atas kepala kerbau.
Momen itu kemudian tersebar luas di media sosial dan memunculkan berbagai interpretasi dari masyarakat. Sebagian warganet mempertanyakan makna simbolik ritual tersebut dalam tradisi adat Lampung, sementara lainnya menilai prosesi itu merupakan bagian dari kearifan budaya yang memiliki filosofi tersendiri.
Di tengah beragam tanggapan publik, PDI Perjuangan memilih untuk tidak terlibat dalam polemik. Bagi Komarudin, ritual adat yang dijalani Jokowi merupakan ranah budaya yang tidak berkaitan dengan identitas maupun simbol politik partainya.
"Yang jelas, itu bukan kepala banteng," pungkasnya.
Anisha Aprilia/Disway