Ia mengungkapkan, sejumlah upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Tingkat prevalensi tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan tercatat mengalami penurunan signifikan, dari 3,64 persen pada tahun 2025 menjadi 0,54 persen pada Maret 2026.
Meski demikian, Agus menegaskan pihaknya akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penanganan penyakit, mengingat persoalan kelebihan kapasitas di sejumlah lapas dan rutan masih menjadi tantangan yang dapat meningkatkan risiko penularan.
Di sisi lain, Menkes berharap kolaborasi antara kementerian ini dapat terus diperluas dan diterapkan di berbagai daerah agar seluruh warga binaan di Indonesia memperoleh akses pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas.
Menurutnya, perubahan yang terjadi di Nusakambangan menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan yang humanis dapat berjalan seiring dengan peningkatan layanan kesehatan sebagai bagian dari implementasi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.