"Polri harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh," tuturnya.
Pesan terakhir yang diberikan Presiden adalah pentingnya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di tubuh Polri.
Prabowo meminta seluruh insan Bhayangkara untuk tetap rendah hati, terbuka terhadap kritik, serta berani melakukan perubahan demi menjaga kepercayaan masyarakat.
"Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah," ujar Prabowo.
Presiden menegaskan, enam pesan tersebut menjadi pedoman bagi Polri dalam membangun institusi yang semakin profesional, modern, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Dengan menjaga kepercayaan publik, memperkuat profesionalisme, menegakkan hukum secara adil, membangun kerja sama lintas sektor, serta terus melakukan pembenahan, Polri diharapkan semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.