Pendidikan . 01/07/2026, 21:59 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluruskan simpang siur informasi yang tengah beredar luas di tengah masyarakat. Kabar tersebut menarasikan bahwa ada sekitar 60 ribu calon mahasiswa baru (camaba) yang mengundurkan diri atau memilih tidak mendaftar ulang pada seleksi tahun ini.
Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, mengklarifikasi hal tersebut secara langsung dalam Forum Diskusi Denpasar 12 di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026. Beny menegaskan bahwa narasi mengenai 60 ribu calon mahasiswa yang mundur pada tahun 2026 adalah keliru.
Kekeliruan ini sangat jelas karena proses penerimaan mahasiswa baru untuk jalur mandiri tahun ini bahkan masih terus berlangsung secara aktif hingga batas akhir nanti pada 31 Juli 2026.
Beny menggarisbawahi bahwa angka 60 ribu yang saat ini ramai menjadi perbincangan publik sebenarnya merujuk pada pemaparan data evaluasi tahun 2025 lalu. Data itu sebelumnya disampaikan oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI.
Untuk memberikan gambaran yang lebih transparan, Beny merinci kembali data asli dari periode tahun 2025 tersebut. Dari total daya tampung nasional yang menyediakan sebanyak 627.000 kursi pada tahun 2025, jumlah peserta yang berhasil lolos proses seleksi adalah 585.000 orang.
Dari perhitungan tersebut, muncul selisih sekitar 40.000 kursi kosong. Namun, kekosongan ini murni terjadi karena tidak terpenuhinya daya tampung akibat peserta tidak memenuhi standar kualitas minimal yang ditentukan oleh universitas, bukan karena mereka mengundurkan diri.
"Dari 585.000 tersebut, memang betul ada yang tidak daftar ulang. Kalau dihitung data tahun 2025 adalah 17.000-an atau sekitar 2,8 persen dari yang diterima," kata Beny.
Berdasarkan hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh panitia seleksi, Beny mengungkapkan ada tiga faktor utama mengapa belasan ribu calon mahasiswa pada akhirnya memilih untuk tidak melakukan proses pendaftaran ulang:
"Oleh karena itu mungkin akhirnya tidak bisa melanjutkan, karena tidak mendaftar ulang terkait dengan pembiayaan juga, karena biasanya yang mendaftarkan KIP Kuliah itu tentunya memiliki kekurangan dalam pembiayaan. Jadi ketika mereka tidak eligible itu tentunya tidak bisa dilanjutkan." tutur Beny.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media